Massa Udara : Pengertian, Sumber & Klasifikasi

Massa Udara : Pengertian, Sumber & Klasifikasi

Massa Udara : Pengertian, Sumber & Klasifikasi
Rabu, 03 November 2021

Ada beberapa faktor yang membentuk corak cuaca pada lapisan udara kita. Salah satunya adalah massa udara. Massa udara ini mengambil peran yang besar dalam penyaluran kelembapan dan suhu antar kawasan di muka bumi.



A. Pengertian


  Dalam meteorologi, massa udara adalah volume udara yang memiliki suhu dan kelembapan udara yang sama. Massa udara memiliki luas ratusan atau bahkan ribuan mil, ketinggian massa udara mampu mencapai 10 mil (termasuk 25% bagian stratosfer) dan volume udara ini beradaptasi dengan karakteristik permukaan di bawahnya.


  Masssa udara diklasifikasikan menurut garis lintang dan wilayah sumber terbentuknya, apakah ia di atas tanah atau diatas air.

 

B. Daerah Sumber


  Massa udara terbentuk di atas wilayah yang luas yang memiliki keseragaman suhu dan tingkat kelembapan. Kecepatan angin yang rendah memungkinkan udara tetap diam dalam waktu yang lama untuk beradaptasi dengan karakteristik wilayah yang dipermukaanya, apakah ia panas atau dingin. 


  Ketika angin menggerakkan massa udara, maka juga akan membawa karakteristik dari dari hasil adaptasinya yang di lokasi awal (panas atau dingin). Ketika massa udara telah mencapai wilayah baru, mungkin akan berbenturan dengan air mass yang lain. Berbenturnya massa udara akan membentuk front dan dapat menciptakan badai yang parah.

front


C. Klasifikasi

  

  Ahli meteorologi mengidentifikasikan massa udara menurut tempat terbentuknya. Ada empat kategori massa udara yakni, Arktik, Tropis, Polar dan Equatorial. Massa udara Arktik terbentuk di wilayah Arktik dan sangat dingin. Massa udara Tropis terbentuk di daerah lintang rendah dan hangat. Massa udara Polar terbentuk di daerah lintang tinggi/kutub dan dingin. Massa udara Equatorial berkembang di wilayah khatulistiwa yang hangat.


  Massa udara memiliki suhu yang dingin maupun hangat karena dipengaruhi oleh letak pembentukannya. Massa udara yang dingin terbentuk di lintang yang lebih tinggi sementara massa udara yang lebih hangat terbentuk di lintang yang lebih rendah. Sementara itu, massa udara yang lembab umumnya terbentuk di lingkungan perairan yang luas seperti Samudra, disebut Massa udara Maritim. Di lain sisi, massa udara yang kering umumnya terbentuk di lingkungan Daratan yang luas seperti benua yang disebut juga sebagai Massa udara Continental.


  Oleh karena itu, massa udara yang berkembang di Kanada utara disebut sebagai Continental Polar. Dan massa udara yang berkembang di atas Samudera Hindia disebut Maritim Tropis.

 

D. Nama-nama Massa Udara


https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=12526643


Massa udara memiliki 3 huruf sebagai simbolnya.

1. Huruf pertama merupakan huruf kecil yang digunakan untuk menandai tingkat kelembaban suatu massa udara. Huruf pertama meliputi huruf c dan m. Huruf c merupakan suatu singkatan dari continental yang berarti massa udara tersebut memiliki sifat yang kering. Sementara itu, huruf m merupakan singkatan dari maritim yang berarti massa udara tersebut bersifat basah atau memiliki kelembaban yang tinggi.


2. Huruf kedua merupakan huruf besar yang terdiri atas huruf T atau P. Huruf T merupakan singkatan dari tropical yang berarti massa udara tersebut bersifat hangat. Sementara itu, huruf P berarti polar yang bermakna bahwa massa udara memiliki suhu yang dingin. Sebenarnya, terdapat satu huruf lagi yakni huruf A yang berarti Artik dengan karakteristik suhu yang sangat dingin dan umumnya terbentuk di wilayah kutub pada musim dingin.


3. Huruf ketiga Merupakan suatu simbol stabilitas yang yang terdiri dari 2 huruf kecil yakni huruf k dan huruf w (kadang ditulis sebagai h). Huruf k berarti suatu massa udara memiliki suhu yang relatif lebih dingin daripada wilayah di bawahnya yang dilalui oleh massa udara tersebut. Sementara itu, huruf w menandakan bahwa suatu massa udara memiliki suhu yang lebih panas daripada lingkungan di bawahnya.


  Sebagai contoh, terdapat suatu massa udara yang dingin dan lembab dengan simbol mP. Massa udara tersebut kemudian melewati suatu wilayah yang lebih panas sehingga akan disimpulkan sebagai mPk yang berarti adanya suatu massa udara yang lembab dingin dan melewati suatu wilayah yang lebih panas dari massa udara tersebut. Dengan kata lain, huruf k menunjukkan bahwa massa udara lebih dingin dari pada wilayah yang dilewatinya.

 


Referensi:

nationalgeographic.org/encyclopedia/air-mass

supergeografi.com/atmosfer/massa-udara

Massa Udara : Pengertian, Sumber & Klasifikasi
4/ 5
Oleh
Open Comments
Close comment

1 komentar

  1. Terimakasih telah berkunjung di Radar Sastra.. Tinggalkan jejakmu selama belajar di blog ini dengan menuliskannya di kolom komentar ini yah.. see you later

    BalasHapus