Stabilitas Atmosfer: DALR & SALR

Stabilitas Atmosfer: DALR & SALR

Stabilitas Atmosfer: DALR & SALR
Minggu, 05 September 2021

Halo sobat Radar Sastra, pada postingan yang kesekian ini aku bakal kasi lagi ke kalian materi geografi tentang Stabilitas Atmosfer. Namun pada penjelasannya aku cuma bakal kasi ke kalian terkait pengertian dan konsepnya saja, di entri selanjutnya baru aku bakal kasi materi lanjutan ke kalian terkait dengan cara hitungnya. 


  Stabilitas atmosfer didefinisikan sebagai tendensi atmosfer untuk memberikan gerak naik (updraft) atau turun (dowdraft) pada komposisinya. Dengan begitu, stabilitas atmosfer dapat dikorelasikan pada keseimbangan sebuah sistem. Perhatikan ilustrasi berikut:




  Pada keadaan stable equilibrium, partikel akan cenderung kembali ke posisi semula meskipun telah diberi gaya. Sebaliknya, keadaan unstable equilibrium, partikel akan bergerak menjauh dari posisi semula dengan hanya sedikit gaya. Analogi ini dapat diterapkan pada kondisi atmosfer yang tidak stabil akan memudahkan pergerakan yang kemudian dapat kita observasi sebagai sirkulasi udara.


Anda mungkin suka


  Di atmosfer, partikel yang kita tinjau merupakan sebuah parsel udara, yaitu udara yang memiliki volume yang kecil dan terbatas oleh batas-batas tertentu. Ketika parsel udara mengalami perubahan elevasi, parsel udara tersebut akan menjadi subjek dari proses adiabatis, yaitu proses termodinamika yang tidak melibatkan perubahan energi (tidak ada transfer energi antara sistem dan lingkungan).


  Proses adiabatik dapat dipahami sebagai berikut. Apabila anda memiliki suatu udara dan membawanya ke ketinggian yang lebih tinggi, tekanan akan berkurang (ingat bahwa tekanan akan sangat tergantung pada gravitas, gravitasi juga akan berkurang seiring dengan kenaikan ketinggian). Dengan begitu, volume udara tersebut akan mengembang (karena tidak ada tekanan yang menahan volume dari udara tersebut). Namun, karena prosesnya merupakan proses adiabatik, tidak ada energi luar yang dapat digunakan untuk melakukan ekspansi volume-sehingga parsel udara akan mengeluarkan energi dalam sendiri untuk melakukan pengembangan volume. Pengurangan energi dalam akan berdampak pada kecepatan molekul yang ada pada parsel-molekul parsel akan mejadi lebih lambat sehingga berujung pada turunnya suhu parsel. Pada kasus sebaliknya, tekanan yang tinggi akan meningkatkan kecepatan molekul dan meningkatkan temperatur. Oleh karena itu, ada hukum dasar pada dinamika atmosfer yaitu parsel yang naik akan mengembang dan mendingin, sedangkan parsel yang turun akan terkompresi dan memanas.



Anda mungkin suka

  Apabila parsel udara naik atau turun pada keadaan tidak tersaturasi, tingkat pendinginan atau pemanasan adiabatik akan relatif konstan-sekitar 10 derajat Celcius setiap 1000m, yang dikenal sebagai dry adiabatic rate atau laju adiabatik kering. Seiring dengan pendinginan parsel udara, kelembapan relatif akan naik (karena suhu semakin rendah, uap air mudah terkondensasi) dan pada suatu titik akan mencapai 100% alias tersaturasi dan proses kondensasi akan dimulai. 


  Kondensasi merupakan suatu proses eksotermik, sehingga akan melepas panas ke linkungan dan berdampak pada adiabatic rate yang menurun (karena ada tambahan panas), yang kemudian dikenal sebagai saturated/moist adiabatic rate atau laju adiabatik jenuh. Dengan begitu, tentunya moist adiabatic rate akan lebih rendah dari dry adiabatic rate. Saturated adiabatic rate juga tidak konstan, karena panas yang dilepaskan tidak konstan. Pada umumnya (dan untuk penyederhanaan hitugan), biasanya digunakan 6 derajat per 1000m.


Video referensi pembelajaran

Source Youtube : Adi Science

Adiabatic & Environment Lapse Rate

Stabilitas Atmosfer: DALR & SALR
4/ 5
Oleh
Open Comments
Close comment

1 komentar

  1. Terimakasih telah berkunjung di Radar Sastra.. Ceritakan pengalamanmu selama menjelajah di blog ini dengan menuliskannya di kolom komentar ini yah..

    BalasHapus