Proses Pembentukan Awan: Bergeron, Tumbukan & Tangkapan

Proses Pembentukan Awan: Bergeron, Tumbukan & Tangkapan

Proses Pembentukan Awan: Bergeron, Tumbukan & Tangkapan
Sabtu, 25 September 2021

Secara umum, awan terbagi menjadi dua jenis yakni awan panas dan awan dingin. Awan panas merupakan suatu awan yang memiliki suhu lebih dari 0 derajat celcius. Sementara itu, awan dingin memiliki suhu kurang dari 0 derajat Celsius. Awan panas tersebut tersusun oleh titik-titik air yang melayang-layang di udara. Selain awan panas terdapat istilah awan dingin. Awan dingin dibagi lagi menjadi dua hal yakni awan dingin yang mix atau campuran serta awan dingin yang glaciated atau terglasiasi.




  Awan dingin mix atau campuran memiliki suhu antara 0 hingga minus 40 derajat Celcius yang terdiri dari campuran air dan es. sementara itu, awan dingin terglasiasi memiliki suhu kurang dari minus 40 derajat Celsius dan seluruhnya tersusun atas es


Awan dan proses


Pembahasan kali ini berfokus pada proses tumbukan dan tangkapan serta proses bergeron.


Baca juga:

Presipitasi: Proses Kolisi & Koalisensi, Kristal Es

Kabut, Embun dan Jenis Udara Permukaan


Tumbukan dan tangkapan


  Tumbukan dan tanggapan merupakan salah satu mekanisme pembentukan titik-titik air pada awan yang panas. Tumbukan dan tangkapan dimulai dengan adanya proses pembentukan titik hujan dengan adanya tabrakan antar butiran titik air hasil dari kondensasi sepatu uap air. Adanya tumbukan tersebut menjadikan titik air menjadi lebih besar dan pada akhirnya cukup berat untuk dapat jatuh ke permukaan bumi sebagai hujan


1. Pembentukan titik air


  Titik air terbentuk dengan adanya syarat yakni kelembaban relatif yang tinggi serta adanya inti kondensasi. Inti kondensasi merupakan suatu aerosol higroskopis yang mampu menyerap air. Adanya kelembaban tinggi dan inti kondensasi dapat menciptakan suatu titik-titik hujan yang sangat kecil sehingga masih belum dapat jatuh ke permukaan bumi karena tertiup oleh angin. Hujan tersebut tumbuh dengan mekanisme tumbukan dan tanggapan


2. Tumbukan


  Tumbukan merupakan suatu proses bertabrakan antara titik-titik air atau titik-titik hujan tersebut. Suatu tumbukan dapat tercipta dengan baik apabila ukuran dari titik air tersebut berbeda-beda atau jika terdapat adanya wind shear. Ukuran butiran yang berbeda dapat menciptakan kecepatan air yang berbeda apabila terdapat sebuah gaya yang sama. sebagai contoh, danya asumsi resistensi udara di atmosfer menyebabkan butiran air yang lebih besar dapat jatuh lebih cepat daripada butiran air lebih kecil sehingga tercipta adanya potensi tabrakan yang lebih tinggi. adanya tumbukan dan tabrakan ini tentunya akan membuat titik air atau  hujan ini menjadi lebih besar. Wind shear merupakan gejala adanya angin yang memiliki arah atau kecepatan yang berbeda sehingga memperbesar adanya potensi tabrakan butiran titik hujan.


Baca juga:

Cara Menentukan Stabilitas Atmosfer

Stabilitas Atmosfer:DALR & SALR


3. Tangkapan


  Tangkapan merupakan suatu proses bergeraknya atau tertangkapnya air yang lebih kecil akibat adanya perbedaan tekanan udara. Suatu butiran air yang lebih besar cenderung akan jatuh lebih cepat sehingga menimbulkan adanya slipstream yang memiliki tekanan udara rendah daripada tekanan udara di sekitarnya. Akibatnya, udara di sekitarnya akan saling menyatu ke tempat yang memiliki tekanan rendah tersebut dan terciptalah suatu tanggapan. Adanya tumbukan dan tangkapan ini tentunya akan membuat ukuran air menjadi lebih besar dan akan turun ke permukaan bumi jika terminal velocity lebih besar daripada gaya ke atas atau updraft


4. Terminal velocity vs updraft


  Terminal velocity dinyatakan sebagai sebuah kondisi ketika kecepatan jatuh suatu titik air menjadi konstan karena keseimbangan gaya ke bawah atau gravitasi dengan gaya ke atas atau resistensi udara. Ketika nilai Terminal velocity ini lebih besar daripada gaya ke atas atau updraft, maka Hujan akan turun karena air mampu untuk bergerak ke bawah.


Bergeron


  Proses bergeron merupakan salah satu proses terbentuknya awan dengan tipe dingin atau yang tersusun dari adanya kristal-kristal es. Proses bergeron ini memiliki syarat dengan adanya suatu inti es dan kelembaban udara yang cukup tinggi. Adanya kelembaban yang cukup tinggi tersebut menciptakan banyak titik air seperti yang ada pada proses sebelumnya (tumbuhkan dan tangkapan).


  Sebagai akibatnya, atmosfer mengandung banyak titik air maupun titik es. Titik air memiliki tekanan uap yang lebih tinggi dari pada es sehingga kondisi permukaan di sekitar titik air tersebut memiliki tekanan udara lebih tinggi daripada kondisi di sekitar permukaan es. Selanjutnya, terdapat aliran udara dari permukaan air ke permukaan es akibat perbedaan tekanan tersebut. Aliran udara tersebut membawa molekul-molekul air yang kemudian akan menempel pada permukaan kristal es sehingga kristal es menjadi lebih besar lagi 

Proses Pembentukan Awan: Bergeron, Tumbukan & Tangkapan
4/ 5
Oleh
Open Comments
Close comment

1 komentar

  1. Terimakasih sudah berkunjung di blog kami, Jangan lupa tinggalkan jejakmu dengan menuliskannya di kolom komentar ini yah.. See You Later..

    BalasHapus