Cara Menentukan Stabilitas Atmosfer

Cara Menentukan Stabilitas Atmosfer

Cara Menentukan Stabilitas Atmosfer
Kamis, 09 September 2021

Halo ketemu lagi di blog kesayangan kamu..


Dipostingan ke-tujuh ini aku bakal lanjutin materi kemarin tentang Stabilitas Atmosfer yakni Cara Menentukan Stabilitas pada Atmosfer. Jangan lupa buat share pengalaman kamu selama belajar di Radar Sastra dengan menuliskannya di kolom komentar oke..Semoga bermanfaat..


Menentukan Stabilitas

  Atmosfer akan disebut sebagai stabil apabila atmosfer tersebut tidak terjadi pergerakan vertikal ke atas (yang selanjutnya akan disebut sebagai upward movement). Apabila suatu parsel lebih panas dari suhu lingkungan, parsel akan terus naik sampai terjadi keseimbangan, sehingga disebut tidak stabil (unstable). Dalam peninjauan stabilitas, kita akan memerlukan suatu variabel tambahan yaitu Environmental Lapse Rate (ELR). Penjelasan lebih lengkap ada di bawah.

 

Anda Mungkin Suka:

Unsur-unsur Iklim & Perubahan Iklim
5 Gas Penyusun Atmosfer
Lapisan Atmosfer:  Berdasarkan Suhu, Komposisi & Sifat Kelistrikan


  Atmosfer stabil. Anggap ada suatu parsel udara yang kita tinjau dilepas di udara (dengan artian mengalami gerakan naik, perhatikan grafik). Ketika udara naik, udara akan mengalami penurunan suhu sebesar 10 derajat (DALR) dan 6 derajat (SALR) per 1000m, sedangkan lingkungan mendingin pada laju 4 derajat per 1000m. Pada ketinggian 3000m, pada kedua kasus, suhu parsel akan selalu lebih rendah daripada lingkungan, sehingga akan terjadi gerakan downdraft atau tidak ada kenaikan parsel udara. Kondisi ini dikenal sebagai absolutely stable


  Dengan begitu, dapat ditarik kesimpulan bahwa stabilitas tergantung pada ELR. Pada atmosfer stabil, ELR yang relatif lambat diakibatkan oleh ada pelepasan radiasi dari permukaan bumi, adanya udara yang melewati daerah dingin, atau suhu daerahnya memang dingin.

 

Anda Mungkin Suka:

Angin: Gaya Pembentuk Angin & Faktor-faktor Kecepatan Angin
Jenis-jenis Angin (Lokal, Regional & Global)



  Atmosfer unstable. Pada kondisi ini, terjadi proses yang sebaliknya dari atmosfer stabil. Pada ketinggian tertentu, suhu parsel udara akan lebih tinggi dibandingkan dengan suhu lingkungan, sehingga berujung pada kenaikan parsel udara yang terjadi terus menerus. Apabila proses DALR dan SALR dua-duanya berujung pada keadaan yang sama, keadaan ini dikenal sebagai absolute unstability. Prosesnya dapat dilihat pada grafik berikut.


 

  Namun, kadangkala terjadi penyimpangan pada proses ini, yaitu DALR yang membawa stabilitas tetapi SALR yang membawa instabilitas. Hal ini disebabkan oleh DALR yang lebih tinggi dari ELR namun SALR yang lebih rendah daripada ELR. Keadaan ini dikenal sebagai conditional stability, yaitu stabilitas yang terjadi pada parsel yang kering, namun instabilitas padaparsel yang jenuh.



  Rangkuman dari hubungan antara SALR, DALR dan ELR dapatdisimpulkan pada grafik berikut. Maksud grafiknya adalah ketika ELR lebih besar dari DALR, akan terjadi absolute unstability. Ketika ELR lebih kecil dari SALR, akan terjadi absolute stability. Ketika ELR berada di antaraSALR dan DALR, akan terjadi conditional stability.




Video pembelajaran
Source Youtube : Belajar Bareng Majid


Tekanan Udara dan Faktor yang Mempengaruhinya
Cara Menentukan Stabilitas Atmosfer
4/ 5
Oleh
Open Comments
Close comment

1 komentar

  1. Terimakasih telah berkunjung di Radar Sastra.. Ceritakan pengalamanmu selama menjelajah di blog ini dengan menuliskannya di kolom komentar ini yah..

    BalasHapus