Lapisan Atmosfer. Berdasarkan Suhu, Komposisi & Sifat Kelistrikan

Lapisan Atmosfer. Berdasarkan Suhu, Komposisi & Sifat Kelistrikan

Lapisan Atmosfer. Berdasarkan Suhu, Komposisi & Sifat Kelistrikan
Sabtu, 21 Agustus 2021

Gambar oleh Hans Braxmeier dari Pixabay

Kembali lagi di Radar Sastra ngab, dipostingan kali ini adalah update-tan ke tiga dari label edukasi untuk materi geografi. Di postingan ketiga ini memiliki kesamaan tema dengan materi pertama dan kedua yakni tentang atmosfer, bagi teman-teman Radar Sastra yang pengen cek materi sebelumnya, nih aku bagi linknya -> Unsur-unsur Iklim & Perubahan Iklim, 5 Gas Penyusun Atmosfer. Terimakasih telah berkunjung di Radar Sastra, ceritakan pengalamanmu selama berpetualang di Radar Sastra dengan menuliskannya di kolom komentar yah..


Atmosfer Awal


Pada awalnya (ketika bumi terbentuk), atmosfer tersusun atas zat yang sangat berbeda dari sekarang, yaitu hidrogen dan helium-dan juga beberapa senyawa hidrogen seperti metana dan amonia. Kemudian, keberadaan gunung-gunung api melepas berbagai macam gas ke udara bebas (uap air sebanyak 80 persen, sisanya karbon dioksida) yang dikenal sebagai proses outgassing. Molekul oksigen nantinya berasal dari pemecahan H₂O, dan lama kelamaan terjadi penumpukan gas-gas lainnya (dalam waktu yang cukup lama, kira kira 2-3 milyar tahun), sehingga terbentuk komposisi atmosfer seperti saat ini.

 

Struktur Atmosfer



1) Berdasarkan profil temperatur

    Lapisan atmosfer menurut temperaturnya dibagi atas 4 lapisan, yaitu troposfer, stratosfer, mesosfer dan termosfer.


a) Troposfer

i) Terletak pada ketinggian sekitar 18km di ekuator, 10km pada lintang menengah, 6-8km pada lintang tinggi yang diakibatkan oleh pemanasan.

 

ii) Tempat terjadinya semua gejala cuaca

 

iii) Menyusun kurang lebih 90 persen dari total massa atmosfer

 

iv) Terjadi lapse rate/susut suhu yaitu penurunan suhu udara seiring dengan pertambahan ketinggian. Lapse rate ini berkisar sekitar 6.5°C per 1000m atau 3.6°F setiap 1000 feet kenaikan pada ketinggian. Lapse rate akan bervariasi sesuai dengan kondisi lingkungan (yang kemudian akan dikenal sebagai environmental lapse rate, berpengaruh pada stabilitas udara yang akan dibahas selanjutnya).

 

v) Batas antara troposfer dan stratosfer dikenal sebagai tropopause. Tropopause dapat bervariasi sesuai dengan musim, di mana pada umumnya akan terletak lebih tinggi pada musim panas, vice versa. Tropopause juga merupakan tempat jetstream, sebuah aliran udara cepat dengan bentuk meander seperti pada sungai.

vi) Lapisan pemisah antara troposfer dengan lapisan diatasnya disebut tropopause.

 

b) Stratosfer

i) Terletak pada ketinggian antara 18-50km diatas pemukaan laut.

 

ii) 19,9 persen dari gas keseluruhan atmosfer

 

iii) Terjadi inversi suhu/proses peningkatan suhu seiring dengan pertambahan ketinggian, yang disebabkan oleh adanya lapisan ozon yang menyerap UV yang berenergi tinggi.

 

iv) Lapisan pemisah stratosfer dengan lapisan diatasnya adalah stratopause.

 

c) Mesosfer

i) Terletak pada ketinggian 50-80km diatas permukaan laut

 

ii) Merupakan tempat terdingin di atmosfer

 

iii) Tempat terjadinya pembakaran meteor yang akan memasuki Bumi, yang disebabkan karena densitasnya yang tinggi sehingga menimbulkan gesekan yang tinggi.

 

iv) Lapse rate -> penurunan suhu 0,4 derajat Celcius setiap 100 meter

 

v) Suhu lapisan teratas mencapai -90 derajat Celcius.

 

vi) Lapisan pemisah mesosfe dengan lapisan diatasnya disebut mesopause.

 

d) Thermosfer

i) Terletak pada ketinggian 80-480km

 

ii) Mengembang dan mengerut sesuai dengan radiasi

 

iii) Inversi suhu

 

iv) Ionisasi -> terkelupasnya elektron negatif membentuk ion+ dan elektron bebas

 

v) Tempat menjalarnya gelombang radio

 

vi) Terdapat Garis Karman sebagai permulaan ruang angkasa.

 

vii) Disebut juga sebagai dissipasisfer karena gas-gas keluar ke luar angkasa.

 

  Lapisan atmosfer sesuai dengan ketinggian ini diidentifikasi melalui radiosonde, sebuah kotak kecil yang dilengkapi dengan beberapa instrumen cuaca dan juga radio transmitter. Kotak terbut nantinya diikat pada suatu balon dan dilepaskan pada udara bebas. Hasilnya berupa plot vertikal beberapa variabel cuaca (pada umumnya adalah suhu, tekanan, kelembapan, titik embun, kecepatan angin) yang nantinya dapat diplot pada suatu grafik khusus untuk analisis. Grafik yang digunakan dapat bermacam-macam (seperti tephigram, emagram), tetapi yang umum adalah grafik skew-T log-P.

 

2) Berdasarkan komposisi

    Berdasarkan komposisinya atmosfer dibagi menjadi lapisan homo dan hetero yang mana pada lapisan homosfer memiliki kesamaan gas-gas penyusunnya dan sebaliknya pada heterosfer.


a) Homosfer

i) Pada ketinggan 0-80km diatas permukaan laut

 

ii) Terdiri dari lapisan troposfer, stratospher dan mesospher.

 

iii) Lapisan ini masih dipengaruhi oleh gravitasi

 

iv) Terjadi turbulensi-turbulensi yang mengakibatkan tercampurnya udara

 

b) Heterosfer

i) Pada ketinggian lebih dari 80km sampai 480 km (Thermospher)

 

ii) Lapisan ini tidak homogeni dengan ketinggian (H dan He diluar, O dan N di dalam)

 

3) Berdasarkan sifat kelistrikan

 

a) Netrosfer

i) tidak terjadi fotoionisasi

 

ii) ketinggian kurang dari 60km

 

b) Ionosfer

i) Merupakan lapisan yang mengalami ionisasi

 

ii) Terbentang dari lapisan mesospher sampai termospher.

 

iii) Ada di ketinggian 60km

 

iv) Terdiri dari beberapa lapisan. Lapisan terendah dinamakan lapisan D. yang memantulkan gelombang radio AM. Lapisan D akan hilang pada malam hari sehingga pemantulan gelombang AM akan menjadi lebih jauh pada malam hari. Lapisan lebih tinggi dikenal sebagai lapisan E dan F.

Lapisan Atmosfer. Berdasarkan Suhu, Komposisi & Sifat Kelistrikan
4/ 5
Oleh
Open Comments
Close comment

2 komentar

  1. segera follow ig saya @madani23._

    BalasHapus
  2. Terimakasih telah berkunjung di Radar Sastra.. Ceritakan pengalamanmu selama menjelajah di blog ini dengan menuliskannya di kolom komentar ini yah..

    BalasHapus