C E R P E N | Menikmati Proses

C E R P E N | Menikmati Proses

C E R P E N | Menikmati Proses
Senin, 26 April 2021

“Zen .... kamu lulus ....” 

“Lulus apaan ...?” 

“Kamu lulus di Athirah” 

“Oh ya ... coba liat mana pengumumannya.” 

“Ini nihh .. liat nama kamu.” 

“Oh..iyya makasih yaa infonya.”

“Ok ... sip aku mau ke kantin dulu ya ... bye.” 

"Bye." 

  Namaku Zenia Zhafirah aku baru saja lulus SD. Mendengar kabar kelulusanku disana tidak tertarik untuk bersekolah disana. Aku mendaftar disana karna orang tuaku. Orang tuaku menginginkan aku bersekolah yang menurut mereka sekolah yang paling bagus menurut mereka. Masalahnya aku tidak ingin sekolah berasrama karna menurutku semua sekolah yang berasrama adalah pesantren. Walaupun, sekolah itu adalah sekolah asrama yang berbeda dengan pesantren. Tapi, aku tetap kekeh bahwa itu sama saja dengan pesantren. 

  Hari itu datang. Orang tuaku mengantarku ke Athirah. Sepanjang jalan aku hanya menatap jalanan yang kulewati dengan tatapan kosong. Aku sangat tidak ingin disana. 

“Zen...harus mau yaaa disana.” 

“Tapi, Zen nggak mau Ma....” 

“Kamu harus mau nak. Ini yang terbaik untuk kamu.” 

  Aku hanya pasrah. Tak terasa akupun sampai di Athirah. Aku disambut beberapa siswa disana yang membantuku mengangkat dan membawa barang-barangku ke Asrama. Sampai di Asrama aku diperlihatkan kamarku dan saat aku membuka pintu aku melihat kesekeliling hanya ada meja belajar yang kosong dilengkapi lemari dan sebuah ranjang diatasnya. Ukuran kamarnya tidak besar tidak seperti kamarku yang di rumah. 

“Zen, baik-baik disini ya...Mama sama Ayah mau pulang yaa...” 

“iyya Ma..Pa...” 

  Aku hanya menatap melihat orang tuaku yang beranjak pergi. Tiba-tiba ada yang masuk di kamarku dan memperkenalkan dirinya kepadaku dan ternyata dia yang akan menjadi kakak kamarku. 

 “Halo....Zen kan? Perkenalkan nama kakak Aliza Camila. Kalau mau panggil kakak bilang aja kak Aliz.”

“Iyya kak. Salam kenal kak,”Jawabku dengan malu-malu. 

“Sekarang kamu susun semua barang-barang kamu sesuai tempatnya ya..kakak tinggal dulu karna kakak masih ada urusan.” 

  Di kamarku aku tidak berdua tapi dalam sekamar aku ada empat orang. Tabi teman kamarku yang dua lainnya entah kemana dan akupun juga belum sempat ketemu. Akupun menyusun barang-barangku. Tak lama setelah itu satu persatu teman kamarku datang ke kamar dan akupun mengajaknya berkenalan. Untungnya aku anak yang agak percaya diri. Nama teman kamarku Fakihah yang satu tingkatan denganku dan Hifza yang tiga tingkatan diatasku. 

  Malam tiba setelah shalat maghrib, tahfidz, dan shalat isya aku kembali ke asrama dan di kamar bersama dengan teman sekamarku. Kakak kamarkupun membagi jadwal piket kamar kami dan memberitahukan kepada kami tentang sedikit informasi tentang bagaimana cara penataan barang seperti handuk,jilbab khusus wc,dan ember serta berbagai informasi kehidupan lainnya di asrama. 

  Waktu yang menunjukkan pukul 09.00 malam dimana kita ternyata harus tidur. Sebelu aku tidur aku ke wc untuk melakukan ritual seperti yang dikatakan oleh kakak kamarku. Setelah kembali dari wc akupun beranjak naik ke atas ranjangku yang telah dipasangi seprei berwarna pink seperti warna kesukaanku dan membaca doa dulu sebelum tidur dan lanjut memejamkan mataku dan mulai tidur. 

  Pukul 03.30 suara orang berteriak membangunkan membuatku bangun dan lanjut aku membangunkan teman kamarku yang belum bangun. Untungnya tadi malam aku dan yang lainnya sudah diberitahukan perihal asrama oleh kakak kamarku. Aku menuju wc untuk mangambil wudhu. Di kamar aku memakai mukenah dan keluar di selasar utama untuk menunggu shalat tahajjud berjamaah. Selesai shalat tahajjud berjamaah aku kembali ke kamar menyiapkan perlengkapanku untuk ke Sekolah sambil menunggu shalat subuh. Tapi, kata kakak kamarku bisa juga kita isi dengan tidur sebentar sebelum shalat subuh di masjid. 

  Untuk pertama kalinya aku shalat subuh disini sambil mendengarkan kultum dan zikir yang ternyata selalu rutin dilakukan selesai shalat. Selesai shalat ternyata saya harus tahfidz di sebuah tempat khusus dari jam 06.00-06.45 kalau mau dibilang saya tahfidz gelombang pertama dan berada di gelombang kedua itu kelas de delapan. Akupun bertemu temantemanku disana dan disitu juga aku mulai mengenal teman-temanku satu persatu. 

  Saatnya kembali ke asrama. Di asrama aku mulai bersiap-siap dari mulai mandi,menyiapkan pakaian yang akan aku pakai ke Sekolah karna aku juga belum punya seragam sekolah,dan memperbaiki areaku sebelum pergi sekolah. 

 “Fakihah ayo kita sama-sama ke Sekolah. Soalnya aku malu jalan sendiri. Aku belum tau banyak tempat-tempat disini.” 

“Iyya tapi sebentar dulu ya aku mau merapikan tempat tidurku,”jawab Fakihah dengan malumalu. 

  Aku dan Fakihah berjalan menyusui koridor menuju gedung sekolah. Sampai disana aku bingung karna belum ada pembagian kelas. Jadi aku memutuskan untuk sarapan karna waktu masuk kelas juga masih lama. Tak lama setelah itu, bel berbunyi tandanya semua siswa harus berada didalam kelasnya masing-masing. Siswa baru berkumpul di dalam Mushalla untuk mendengarkan pembagian kelasnya. Aku sangat antusias mendengarnya. Akhirnya, namaku disebut dan aku ditempatkan di kelas yang disebut Ar-Rahman tapi, aku beda kelas dengan Fakihah. Fakihah ditempatkan di kelas yang disebut Ar-Rahim. 

 “Ya...kita nggak sekelas Fakihah...” 

“Iyya...nggak apa-apa kan kita masih bisa sering ketemu,kan kita sekamar.” 

“Iyya ya...ehh ayo ke kelas, kelas kita bersampingan katanya.” 

“Ayo...” 

   Naik di lantai dua aku agak kebingungan karna semua ruangannya sama dan aku tidak tau sebelumnya dimana kelasnya kelas tujuh. Tapi,aku memutuskan mengikuti temantemanku yang berjalan lebih duluan dariku dan Fakihah. Sesampainya di kelas aku melihat kesekeliling. 

“Kelasnya bagus...” 

  Pertemuan pertamapun dimulai. Guru pertama masuk dan meminta kami untuk saling mengenal terlebih dahulu. Jadi,kami mulai menyebutkan nama kami satu persatu dimulai dari tempat duduk paling ujung di barisan depan sampai semuanya selesai. Saat itulah aku mulai mengetahui nama teman-teman sekelasku. Ternyata,di kelasku bukan hanya dari Bone tapi juga berasal dari berbagai kota. 

  Satu bulan berlalu. Libur asrama pun tiba. Hari ini akhirnya aku pulang ke rumah. Tepat jam dua aku dijemput dan sesampainya di rumah aku langsung ke kamarku aku sangat rindu dengan kamarku. Orang tuaku sibuk bekerja. Jadi,dia hanya tau kalau aku pulang hari ini. Orang tuaku biasanya pulang ke rumah sekitar jam sepuluh. Aku libur tiga hari terhitung hari ini. Selama di rumah aku menikmati hari-hariku. Sebelum kembali aku membeli keperluanku disana. Hari Ahad pun tiba, aku berpamitan dengan orang tuaku dan akupun diantar oleh supir yang bekerja di rumahku. 

  Ternyata ada batas waktu untuk kembali yaitu pada pukul lima sore. Beruntungnya aku sampai lima belas menit sebelum jam lima. Akupun mengabsen kehadiranku dan mengumpulkan hp serta uangku. 

  Malam tiba. Selesai shalat maghrib aku kumpul dan ternyata aku mendapatkan hukuman dengan beberapa kamar lainnya karna kamarku kutinggal dalam keadaan yang tidak standar. Selama aku disini, itu bukan pelanggaran kali pertamaku. Aku sering melakukan berbagai pelanggaran di asrama. 

  Paginya aku ke Sekolah. Aku bertemu dengan teman-temanku lagi dan melakukan aktivitas pembelajaran seperti biasanya. Makin kesini aku makin dekat dengan teman-teman sekelasku. Kami mulai mengenal kepribadian masing-masing. Masalah saling bencimembenci itu biasa untuk kami yang mencoba beralih dari masa kanak-kanak ke masa remaja. 

  Satu tahun berlalu. Aku sudah naik kelas delapan. Aku masih tetap di kelas itu. selama satu tahun di Athirah aku mengalami banyak perubahan. Pengalaman puasa ramadhan di Athirah dan shalat tarwih satu juz yang sangat membuatku tersiksa. Aku harus memaksakan mata tetap melek saat aku sangat mengantuk-ngantuknya.

  Aku kembali ke Athirah pada bulan Juli. Kelas delapan yang aku hadapi sekarang. Naik kelas delapan aku mengalami suatu kejadian. Aku menjadi korban bully. Aku jarang dengan teman-temanku. Aku lebih suka sendiri. Aku seseorang yang introvert. Aku mengalami perlakuan yang keras. Tapi,aku tak berani mengadu. 

“Hei kamu, dasar pendek, sok rajin lagi...” 

“Kamu bisa dengar nggak sih...ha?kamu punya telinga kan...?” 

“Bersihin area gue ya...kalau nggak bersih dan gue dipanggil gara-gara ini awas kamu..” 

“Gue juga...bersihin ya...awas kamu kalau macam-macam” 

  Aku hanya menuruti permintaannya. Hari demi hari aku diperlakukan begitu tanpa ada orang yang mengetahuinya. Aku sangat tersiksa sampai suatu hari aku sudah tidak tahan diperlakukan begitu bahkan aku menerima kekerasan fisik. Aku sering dipukul. 

  Akhirnya, aku memutuskan izin pulang karna aku sangat trauma dan aku pulang tinggal di rumah selama satu bulan. Dan teman-temanku yang memperlakukanku begitu dikeluarkan dari sekolah. Walaupun sudah dikeluarkan aku masih takut untuk kembali. Aku sangat takut. 

  Setelah satu bulan aku kembali lagi dan teman-temanku dan beberapa kakak kelas lainnya serta pembina asrama sangat prihatin denganku. Aku hanya tersenyum mencoba melupakan hal tersebut. Makin hari aku makin melupakan hal tersebut. Aku tidak ingin mengingatnya lagi. Aku sangat bahagia di asrama dan hal itulah yang membuatku bisa melupakan hal tersebut dengan dukungan dari teman-temanku dan saat itulah aku mencoba untuk menjadi orang yang ekstrovert dan tidak ingin sendiri terus. Hasilnya, aku semakin dekat dengan temanku. Berbagai hal yang aku lakukan di asrama bersama temanku berhasil menghiburku. 

  Aku juga mengikuti berbagai kegiatan lagi. Aku tergabung di kepengurusan OSIS. Aku sebagai anggota. Aku senang dengan perubahanku saat ini. Akupun mulai menoleh prestasi. 

“Wah selamat ya Zen..” 

“Iyya makasih bu... ini kan karna ibu juga...” 

“Saya bangga sama kamu Zen...” 

“Makasih ibu..” 

  Walaupun aku menoreh berbagai prestasi. Aku sangat buruk kalau masalah asrama. Aku masih sering melanggar. Naik kelas delapan menurutku kalau itu mengganggu dan tidak sesuai dengan keinginanku aku tidak mengikuti hal tersebut walaupun itu adalah sebuah peratutaran. 

  Bulan Desember tiba. Tandanya akan ada kegiatan PORSENI. Kegiatan itulah yang sangat aku nantikan. Berbagai macam lomba dipertandingkan. Bagaimana kekuatan tiap-tiap kelas dan ambisi setiap kelas untuk mendapatkan juara. PORSENI dilakukan sebelum kita libur akhir tahun. Selama PORSENI kami disibukkan berbagai macam lomba. Kabar baiknya kelasku memenangkan berbagai lomba walaupun bukan juara satu terus. Hari terakhir PORSENI. Hari paling ditunggu-tunggu. Kelasku mendapatkan juara umum tiga. Walaupun bukan juara umum satu setidaknya kita bisa menjadi juara umum diantara kelas-kelas lainnya. 

  Libur akhir tahun tiba. Libur akhir tahun pasti dua pekan kita di rumah dan aku sangat tunggu-tunggu hari itu. Di rumah aku hanya tinggal diam, main hp terus, dan menyibukkan diriku dengan kegiatan rebahan di rumah. Kegiatan yang membosankan. Tapi aku menikmatinya. 

  Libur akhir tahun berakhir. Aku kembali lagi ke Athirah dan akan memulai pembelajaran semester baru. Aku sangat rindu dengan teman-temanku. Akhirnya rinsduku terbayarkan aku bertemu dengan teman-temanku lagi. 

  Beberapa bulan ini aku sering sedih. Entahlah apa yang membuatku begini. Sejal pulang kesini lagi aku merasa sangat tertekan dengan berbagai hal. Aku merasa sangat stress. Entahlah aku tidak bisa berdamai dnegan diriku. 

“Ehh Zen kamu kenapa?” 

“Oh nggak aku baik-baik saja..” 

“Kamu bohong,tuh kamu nangis” 

“Nggak aku baik-baik saja...” 

  Aku sangat tertekan dengan berbagai kegiatan di asrama yang mengharuskan kami tahfiz setelah shalat tahajjud berjamaah. Aku merasa sangat tidak bagus. Karna paginya kami juga tetap tahfiz dan malamnya juga kami tahfiz. Masalahnya lagi kami ngantuk ketika shalat subuh karna kami tidak sempat tidur. Apalagi kegiatan kami sangat padat. Aku berpikir masa kami mementingkan yang sunnah daripada yang wajib. Kalau kita ngantuk shalat subuh kan bahaya masalahnya shalat fardhu itu wajib. 

   Aku juga tidak suka apalagi saat musim-musimnya ujian.kalau mau dibilang waktu kami belajar itu hanya malam. Karna setelah shalat tahajjud kami tetap tahfiz dan saat itulah bagusnya kita belajar lagi. Kalau malam saja, banyak yang telah mengisi otak kita jadi pelajaran tidak mudah diserap. Kalau kita bangun jam dua masalahnya paginya nanti kita ngantuk dan susah untuk konsentrasi saat ujian dan juga kita harus istirahat yang cukup. Disaat saat juga aku makin stress. Aku sering jatuh sakit. Mungkin aku terlalu kecapean. 

“Kamu kenapa Zen..” 

“Badan aku panas dan kepalaku pusing.” 

“Kamu sakit dong. Aduh nanti aku lapor ya.” 

“Iyya...” 

“Kamu belum makan?” 

“Iyya..." 

“Tunggu ya aku ambilin kamu makan.”

“Iyya makasih ya” 

“Sama-sama santai aja Zen.” 

  Walau begitu aku tetap menjalani hari-hariku dan perlahan-lahan aku mulai berubah. Aku sudah menimalisir pelanggaran tidak seperti dulu lagi. 

  Tahun terakhirku di Athirah tiba. Entahlah aku sangat sedih karna tahun terakhir ini aku kelas sembilan berarti aku akan berpidah dengan teman-temanku yang telah aku anggap seperti saudaraku dan kalau mau dbilang ia keluarga kedua ku. Terlalu banyak kenangan. Terlalu banyak cerita. Tapi setiap pertemuan pasti akan berakhir dengan perpisahan. 

  Di kelas sembilan ini aku habiskan dengan les sore persiapan UNBK 2020 nantinya. Banyal hal yang harus dipersiapkan. Walaupun aku capek tapi aku menikmatinya. Keseruan itu membuat banyak kenangan nantinya. PORSENI tiba dan kelasku mendapatkan juara umum pertama sesuai dengan yang ditargetkan. 

  Setelah libur akhir tahun lagi pertanda bahwa UNBK semakin dekat. Aku dan teman temanku sudah mulai menghitung tinggal berapa hari lagi kami disini. kita sudah terlalu dekat. Sangat susah untuk menerima kenyataan nantinya kita akan berpisah. Kata orang di kelas akhir kalian akan sangat sayang dengan teman kalian. Sampai-sampai kalau teman kalian melanggar tidak akan ada yang berani melaporkannya karna takut akan dikeluarkan atau mempunyai masalah. Dan hal itulah yang saya rasakan sekarang. 

  Menghitung hari yang semakin dekat dengan tanggal itu. Aku mulai memulangkan sebagian barangku ke rumah supaya selesai UN nanti aku tidak kesusahan membawa pulang barangku yang agak banyak. 

  Hari UNBK tiba. Hari pertama aku sangat deg-degan karna aku takut sekali dengan soalnya. Tapi aku harus percaya aku bisa. Aku harus optimis. Hari kedua pun begitu sampai hari terakhir. 

  Hari terakhir UNBK tiba. Selesai ujian aku dan teman-temanku bersalam-salaman dengan guru-guru dan setelah itu aku kembali ke asrama memberesi barang-barangku dan bersiap-siap untuk pulang ke rumah. Penjemputku pun tiba. Sebelum pergi aku melihat-lihat kamarku dulu melihat semua ruangan di asrama yang menyisakan banyak kejadian yang telah aku lalui disini. Aku bahagia. Banyak suka duka yang aku alami selama di asrama intinya di Athirah. 

  Hari penamatanku tiba. Hari yang paling aku tunggu. Tiga tahunku di Athirah selesai sudah. Setelah libur yang sangat lama aku bertemu lagi dengan teman-temanku. Aku menyempatkan berfoto dengan teman-teman satu kelasku. Satu angkatanku intinya momen berfoto tiba. Selesai acara aku pulang. Meninggalkan Athirah

By Salwa Dzulfiah siswi SMA Islam Athirah Bone

C E R P E N | Menikmati Proses
4/ 5
Oleh