Senin, 26 April 2021

C E R P E N | Aku,Awal dan Akhir

C E R P E N | Aku,Awal dan Akhir

C E R P E N | Aku,Awal dan Akhir
Senin, 26 April 2021

            "Bangun...bangun..bangun..!!"
 

Suara teriakan seorang wanita berjilbab membangunkanku. "Fiuhhh .... apasih nih orang ribut banget." Ujarku dalam hati. Sesaat setelah itu seseorang memanggil namaku “Cassy, ​​kenapa masih duduk? Ayo ke wc sekarang! ” Ujar seorang wanita berjilbab besar tersebut. Wanita itu membuatku kesal. Wanita itu membuat pagiku tidak secerah biasanya.

Yaps, perkenalkan namaku Clarissa putry. Aku biasanya dipanggil Cassy. Hmm .... hari ini hari pertamaku masuk sekolah. Biasanya yang baru masuk sekolah sangat senang tapi, tidak denganku. Aku sangat benci tempat ini. Dalam hati aku bertanya “Kenapa aku harus disini? kenapa? tempat ini sangat asing bagiku.

Suara bel berbunyi ....

Aku berjalan menuju kelas sambil memakai tas dan membawa sebuah buku paket yang terbilang sangat tebal dan tidak memungkinkan untuk masuk didalam tasku. Salah seorang guru menyapaku namanya Kina Dwi Sarfa tapi, biasanya dipanggil ibu Kin. Aku mengenalnya karna dia teman ibuku.

“Halo, Cassy bagaimana kabarmu?” Ujar ibu Kin.

"Aku baik-baik saja, Bu."

”Ibumu nitip pesan ke saya dia bilang kamu tidak nakal disini, harus bisa beradaptasi, jangan cengeng, jangan pajak yang tidak-tidak intinya dia bilang kamu harus jaga diri kamu baik-baik dan ibumu juga bilang harus semangat belajarnya .... ok? ”

Siap Bu! Jawabku dengan raut muka yang pura-pura tersenyum.

Ibu Kin pun berlalu karna dia ada urusan dulu di Ruang Guru. Akhirnya,akupun sampai didepan kelasku. Aku bingung aku tidak tahu di mana aku harus duduk dan aku tidak mengenal seorangpun di kelas yang akan aku tempati sampai tahun ke-3 ku disini. Akupun mencoba memberanikan diri masuk dan melangkahkan kakiku ke salah satu tempat duduk yang kosong. Aku memilih tempat yang paling belakang dan dekat dengan jendela karna aku lebih suka kalau tidak ada orang dibelakangku apalagi didekat jendela jadi aku lebih leluasa untuk menatap langit luar.

            Aku tersadar dari lamunanku.”Halo,Selamat pagi semuanya!”Ujar guru yang menyadarkanku dari lamunanku. Bertubuh tinggi,putih,dan guru itu lumayan keren tapi kalau soal nama aku belum tahu. Semua siswa-siswi di kelas itu hanya duduk diam tanpa ada yang bicara satu sama lain.”Halo,Selamat pagi semuanya!”Sapa guru tersebut. Sayangnya tak ada satupun dari kelasku yang menjawab sapaannya semuanya masih tetap diam.

”Kenapa ini?ayo semua senyum jangan ada yang murung ini hari pertama sekolahnya jangan galau ayo,ayo senyum!”kata guru tersebut sambil tersenyum juga dan memaksa kami untuk tersenyum.

”Ya,gitu dong jangan murung terus ok kalian belum tahu nama saya kan?”tanya Guru itu. Tapi,kami masih diam saja.

”Ok,perkenalkan nama saya Zayn Abdullah biasanya siswa-siswi sini memanggil saya bapak Zayn.”ucap pak Zayn sambil tersenyum.”Oh,ternyata namanya Pak Zayn,bagus juga.”kataku dalam hati.

”Oh iyya,hampir saya lupa saya adalah wali kelas kalian sekaligus guru matematika di kelas 10.Ok perkenalannya cukup saya mau ke kelas yang lain dulu ya,semangat!!!”ucapnya.

Akhirnya,pembelajaranpun dimulai. Aku mengeluarkan buku tulisku beserta pulpenku dan berusaha memperhatikan pelajaran walaupun pikiranku masih mengingat rumah. 

Bel berbunyi seluruh siswa-siswi berlarian dan berjalan menuju kantin. Aku hanya terdiam dan tiba-tiba ada seorang teman kelasku yang menyapaku tubuhnya lumayan tinggi,putih,dan dia cantik.”Ayo ke kantin!”ajanya. aku melihat papan namanya ternyata namanya Kayla Zavalia,nama yang bagus. Akupu berjalan menuju Kantin bersama orang yang akan aku kenang selamanya.

 

***

“Tidak,Tidak aku tidak mau ibu!”

“Jangan gitu Cassy,ini sekolah bagus loh”kata ibuku sambil menenangkanku

“Aku tetap tidak mau ibu...”kataku kesal

“Ibu tidak mau tahu besok kamu harus kesana dan malam ini kemasi barang-barangmu dan oh iyya,ibu sudah membelikan keperluanmu untuk disana jadi tidak usah risau.”

“Tapi,Ibu.....”

“Tidak ada tapi-tapian ini semua demi kebaikannmu Cassy!”

Ibuku berjalan keluar dari kamarku. Aku sangat kesal tanpa sepengetahuanku ibuku diam-diam mendaftarkanku sekolah dan masalahnya aku tidak ikut tes tertulis untuk masuk kesana entah apa yang telah dilakukan ibuku untuk bisa meloloskanku di sekolah yang tidak sama sekali aku pikirkan.

Triitttt...triiiittt!!!   

Aku terbangun ternyata pesan singkat dari sahabatku katanya semangat disana yaa!!! Seketika itu aku mengingat sekolah yang telah ibuku pilih.”huhh....tuhan tolong ubah kemauan ibuku untuk memasukkanku sekolah disana aku sungguh tidak ingin sekolah disana...”ujarku dalam hati. 

Makan malam tiba ibuku memanggilku awalnya aku tidak ingin beranjak dari tempat tidurku tapi akhirnya aku turun kebawah karna walaupun aku kesal dengan ibuku tapi aku masih tetap harus hormat kepadanya akukan anaknya. Di meja makan ibuku menceritakan tentang sekolah itu.”Sekolah itu bagus Cassy,disana kamu bisa belajar agama yang lebih juga dan ibu sangat ingin kamu pintar masalah urusan dunia dan akhirat. Nama sekolahnya Zerfania Boarding School,disana prestasinya sangat bagus karna sudah terkenal di kancah nasional hingga internasional sekalipun.”Ujar ibuku sambil memperlihatkan foto sekolahnya. Menurutku sekolahnya tidak semegah bayanganku tapi tampak nyaman dan indah tapi,aku belum melihat aslinya. 

Setelah makan malam akupun kembali ke kamarku dan aku terus memikirkan tentang sekolah itu. Aku berpikir masa SMA ku dihabiskan di sebuah sekolah boarding?oh tidak!!!.

“Cassy,cassy bangun,bangun,bangun ini sudah pukul 09.00 loh kan kamu harus mempersiapkan perlengkapanmu yang masih belum lengkap.”

Seketika aku terkejut“Apa?ini sudah pagi?tidak!!! hari ini!!!Astaga!!!”

Aku berusaha membujuk ibuku lagi tapi hasilnya tetap sama. Ibuku tetap kekeh terhadap pilihannya. Yaa akhirnyaa aku pasrah.

Pukul 14.00 aku harus berangkat. Aku sudah mempersiapkan semua perlengkapanku dan aku masukkan barang-barangku kedalam mobil dan ibuku pun bersiap untuk mengantarku. Terakhir aku bersalaman dengan semua orang yang ada di rumahku dan dengan berat hati aku melangkahkan kakiku masuk kedalam mobil ditemani ibuku yang merangkul bahuku

“Hai,Cassy!!!Cassy,Cassy!!!

Aku kaget dengan kedatangan Kayla teman baruku sekaligus orang pertama yang aku kenal di kelasku.

“Kamu jangan melamun dong,emangnya kamu ngelamunin apa?”

“oh nggak ini aku hanya ingat pas aku dipaksa-paksanya untuk sekolah disini dan harus meninggalkan rumahku...”

“oh gitu harus tetap semangat dong kamu harus terbiasa disini. Kamu disini berarti itu adalah hal yang baik untuk kamu.”

Seketika itu aku terdiam tak berucap apapun lagi

Pembelajaranpun selesai aku kembali ke asrama setelah shalat ashar dan sampai di asrama aku masuk ke kamar dan langsung merebahkan badanku ke tempat tidur aku berucap dalam hati “Hari pertama yang sungguh melelahkan....”

Hari demi hari berlalu tak terasa aku sudah mulai beradaptasi disini dan tak terasa aku sudah naik kelas ke jenjang selanjutnya yaitu duduk di kelas 11. Aku tak percaya ternyata aku masih tetap disini yang dulunya aku sangat mengeluh tentang tempat ini. Akupun juga sudah mengenal semua orang yang ada di sekolahku dan aku juga sudah memasuki organisasi dan juga aku jadi kakak kelas “Wawww” sungguh hal yang tidak aku bayangkan bisa bertahan hingga detik ini.

Kehidupanku disinipun berubah akupun juga telah mencetak banyak prestasi disini. Dari lomba pidato,olimpiade matematika,monolog serta lomba-lomba lainnya.

Akhirnya,aku menemukan seseorang untuk menjadi sahabatku,menjadi teman curhatku,dan menjadi teman seperjuanganku. Aku juga sudah cerita banyak dengan dia dari melanggar sama-sama,curhat sama-sama,dan membuat kekonyolan sama-sama. Sampai pada akhirnya sebuah kejadian yang susah untuk aku lupakan terjadi.

***

“Ehh,Kay kamu nggak sama Cassy?”

“Nggak lah buat apa coba?”

“Dia kan sahabatmu...”

“Sahabat?bukan kok”

“Bukannya kamu sering bareng Cassy dan kamu memang sahabatan dari kelas 10 sampai sekarang.”

“Itumah dulu aku anggap dia sahabat sekarang udah nggak.”

“Kok gitu?”

“Nggak apa-apa kok.”

“Oh yaudah aku ke Kantin dulu yaa.... bye Kayla.”

“Bye...”

Aku berjalan menuju Kantin. Aku sangat lapar setelah pelajaran pertama selesai. Otakku sudah banyak terkuras untuk berpikir di pelajaran pertama ini. Di tengah perjalanan menuju ke Kantin aku bertemu dengan teman sekelasku namanya Suci dan Dewi.

“Ehh....Hai Cassy!”

“Hai,Kalian nggak liat Kayla?”

“Oh Kayla,tadi aku liat dia bahkan aku sempat bicara ama dia tadi sebelum kesini tapi setelah itu aku pamit duluan sama Dewi karna mau ke Kantin.”

“Oh gitu jadi kamu nggak tau nih dia di mana?”

“Iyya,tapi aku kasian sama kamu Cassy.”

“Emangnya kenapa?”

“Bukan tentang apa-apa kok. Heehehehe...,aku pergi dulu yaaa bye Cassy. Hampir aja.”

“Apa? kenapa sih emangnya.”

“Nggak kok Cassy tenang aja.”

Suci dan Dewi berlalu. Tapi aku masih bingung dia emangnya kenapa sih kok kata-katanya gitu ke aku. Tapi biarin aja deh mungkin bukan apa-apa juga kayaknya. Tapi setelah itu aku masih memikirkan perkataan itu dan akhirnya aku tau semuanya

“Ehh kalian tau gue sangat benci banget ama si Cassy.”

“Kok bisa?”

“Dia udah merenggut semua yang aku mau. Awalnya aku berpikir mungkin emang dia yang layak tapi ini udah sering terjadi. Walaupun dia sahabatku tapi itu DULU sekarang udah NGGAK.”

Aku mendengar percakapan mereka dan melihat siapa orang yang berbicara tersebut. Ternyata dia adalah sahabatku sendiri yang sudah aku anggap sahabat. Kok dia bisa gitu dia kan sahabatku masa seorang sahabat mengkhianati sahabatnya sendiri. Dan apa? dia tidak menganggapku sebagai sahabatnya lagi? Aku sungguh kaget mendengar perkataan Kayla. Aku berusaha meyakinkan diriku tapi keyakinan yang berusaha aku bangun hancur begitu saja dengan sebuah perkataan yang sering aku dengar berulang-ulang dengan orang yang sama yang mengatakannya terhadap orang lain. Dia SAHABATKU.

Aku tak tinggal diam aku langsung meminta penjelasan ke Kayla. Aku ingin bertanya sama dia apa maksud dari semua perkataannya.

“Hai,Kayla.”

“Ehh,hai Cassy.”

“Ada apa?”

“Kamu jangan sok baik didepanku. Aku sudah tau semuanya.”

“Semuanya apa?”

“Dasar MUNAFIK kamu. Kamu sahabatku dan kenapa kamu malah membenciku dan tega menceritakan kejelekanku ke orang lain dan bahkan lebih menjelek-jelekkanku dengan hal-hal yang tidak benar.”

“Apa sih?”

“Kamu jangan bohong bilang saja yang sebenarnya!”

“Iyya emang kenapa ha?”

“Kamu kenapa emangnya sama aku ha?aku punya salah sama kamu?”

“Iyya kamu salah dan kamu selalu salah. Kamu merebut semua kebahagiaanku. Aku ingin ini malahan kamu yang mengambilnya kamu yang merebutnya dan kamu kamu kamu kamu terus. Kapan untuk aku ha? Kamu tidak pernah berpikir bagaimana dengan keadaanku bagaimana dengan kebahagiaanku. Kau seenaknya saja kau tidak pernah bertanya kepadaku.”

“Oh karna itu,bukan begitu maksudku Kayla kamu jangan salah paham.”

“Salah paham? Ya jelas dong.”

“Dengarkan dulu penjelasanku Kayla.”

“Penjelasan?untuk apa? sudah aku tidak ingin mendengar penjelasanmu intinya hingga detik ini kita udah nggak sahabatan lagi. Kamu aku bukan siapa-siapa lagi.”

Kayla berlalu begitu saja tanpa melihat aku lagi.

Hari demi hari setelah kejadian itu aku tidak pernah lagi berbicara dengan Kayla. Aku tidak berani dan dia pun seperti menganggapku orang yang tidak pernah dia kenal sama sekali.

Akupun juga sering melakukan pelanggaran-pelanggaran lagi mulai dari kamar yang tidak bersih,tidak bangun tahajjud,tidak bangun tahfidz, dan pelanggaran-pelanggaran lainnya dan nilaiku pun juga sangat menurun. Entahlah kenapa aku sampai segininya. Akupun juga harus menanggung hukuman demi hukuman dan hampir semua orang mengenalku dengan semua pelanggaran yang pernah aku lakukan. Aku malu? pasti iyya tapi aku tidak tahu harus bagaimana aku mau berubah itupun aku butuh dukungan juga dan aku masih memilih untuk tetap sendiri kemana-mana.

1 tahun berlalu. Akhirnya,aku sampai di penghujung tahunku. Hampir 3 tahun disini aku sudah merasakan banyak suka duka disini. Sungguh,aku tidak tega meninggalkan tempat ini tapi mau tidak mau aku harus pergi. Dulu aku ingat sekali aku selalu mengeluh dan bahkan tidak ingin masuk disini tapi sekarang aku bersyukur karna telah ditempatkan di tempat ini. Aku banyak berubah disini. Aku merasakan arti hidup yang sebenarnya dan arti kemandirian disini. Bagaimana perjuangan hidup hingga harus terbiasa dengan hal-hal yang asing untuk aku lakukan.

 

Graduation Day

Akupun merayakan hari penamatanku. Aku senang dan juga sedih. Aku senang karna aku sudah sukses disini dan di penamatan ini aku juga mendapatkan banyak penghargaan dan juga akhirnya aku bisa membanggakan orang tuaku. Tapi, aku sedih karna aku harus pergi dari sini,meninggalkan teman-temanku dan semua orang disini dan juga aku sedih karna hubunganku dengan Kayla masih saling diam tidak pernah berbicara sama sekali. Hubungan kami tetap begitu-begitu saja tidak ada kemajuan kami dulu SAHABAT dan sekarang masih seperti ORANG YANG TIDAK SALING KENAL. Tapi ,aku berharap dia bisa sukses di luar sana dan bisa menggapai apa yang ia impikan dan begitupun dengan aku. Aku berharap dia masih mau mendoakan yang terbaik untukku dan aku harap itu terjadi. 

Entahlah sampai kapan diam-diamanku dan kebencian Kayla akan padam terhadapku. Entahlah apa aku akan bertemu dengan Kayla suatu saat atau tidak. Tapi, akupun berharap jika Tuhan ingin mempertemukan aku lagi, aku ingin meminta maaf lagi padanya. Aku ingin memperbaiki hubunganku dengannya. Aku tidak ingin dia masih memendam kebencian padaku, aku ingin ada damai yang tercipta antara aku dan Kayla ......

 By Salwa Dzulfiah siswi SMA Islam Athirah Bone

C E R P E N | Aku,Awal dan Akhir
4/ 5
Oleh

Comments