Gerakan Lempeng Tektonik : Divergen, Konvergen dan Transform

Sumber Gambar: Wikipedia
  

  Indonesia adalah wilayah yang terletak di perbatasan tiga lempeng tektonik, yakni lempeng Indo-Australia yang mengarah ke utara, lempeng pasifik yang bergerak ke arah barat, dan lempeng eurasia yang ke arah selatan. Dengan pergerakan ketiga lempeng besar ini menyebabkan Indonesia sering mengalami  gempa bumi dan bencana-bencana lainnya yang dimana hal tersebut disebabkan oleh pergeseran lempeng di dasar laut.

  Gerakan tektonik adalah proses gerakan kerak bumi yang menyebabkan tinggi rendahnya permukaan bumi. Gerakan tektonik bisa mempengaruhi permukaan bumi karena gerakan tersebut menimbulkan retakan, lipatan, lekukan, dan patahan. 

  Gerakan lempeng ada tiga macam yakni, Gerakan Divergen, gerakan Konvergen, dan gerakan transform, berikut penjelasannya.


  1. 
Divergen

  Gerakan divergen yakni gerakan lempeng-lempeng yang saling menjauh, dan karena gerakan menjauh inilah mencul retakan-retakan yang menjadi jalan keluar magma dari dalam bumi, magma ini keluar sedikit demi sedikit dan membentuk pulau-pulau vulkanik baru.  Contoh dari pulau vulkanik ini yakni pulau-pulau di tengah samudera atlantik di perbatasan lempeng Eurasia dan Amerika Utara.

  Gerakan divergen di dasar lautan dapat  membentuk sea floor spreading atau kenampakan hamparan laut, contohnya adalah pematang tengah Atlantik (Mid Atlantic Ridge). Gerakan divergen yang terjadi di daratan dapat membentuk lembah retak besar seperti great rift valley di Afrika Timur

 

Sumber Gambar: RumusGuru

2.     2. Konvergen

  Gerakan konvergen yakni gerakan lempeng-lempeng yang saling mendekat sehingga menimbulkan tumbukan antar lempeng. Apabila lempeng samudera menabrak lempeng benua maka lempeng samudera akan melengkung dan masuk ke bawah lempeng benua, dan jika lempeng benua dengan lempeng benua bertubrukan maka akan menghasilkan pegunungan lipatan.

  Hal ini terjadi karena lempeng benua mempunyai berat jenis yang lebih ringan dari pada lempeng samudera. Proses masuknya lempeng samudera ke bawah lempeng benua di sebut dengan subduksi. Beberapa zona subduksi yakni palung Peru di Chili, palung Jawa dan Pegunungan Himalaya

 

3.     3. Transform

  Gerakan transform yakni gerakan lempeng-lempeng  tektonik yang saling bergesekan dan berlawanan arah. Gerakan ini sejajar dan tidak tegak lurus dan menghasilkan sesar mendatar jenis Strike Slip Fault. Contohnya seperti Lempeng Samudera pasifik dengan lempeng daratan amerika utara yang membentuk patahan San Andreas (San Andreas Fault)

Belum ada Komentar untuk "Gerakan Lempeng Tektonik : Divergen, Konvergen dan Transform"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel