Puisi Sajak Dari Tepian Oleh Salsa Biil


Sajak Para Pembajak, Sketsa Belah TanganSajak dari Tepian
Oleh Salsa Biil Zulfa
Dengan jantung terbelah kucoba memahami, engkau tak
Pernak suka pada sajak-sajakku.
“hamba rimba gelap penuh angin atau sepusar gelombang yang
Terbengkalai!”
Kemudian kususun lagi cinta itu.
Dalam helai-helai rambut yang kau tinggalkan.
Atau pada kata-kataku yang menumpuk dan membusuk kulihat
Kau bergegas melipat jemari,
Agar tak terlihat melambai meski kutahu ada keping di matamu
Seakan ingin menjemput segala
Yang tertinggak sepanjang kota kecil kita bekasi dan malam.
Lulung bansi, kesepin yang lengkap baris-baris itu
Berdegungang.
Memburu jejak-jejak, rel demi rel selembah kesunyian, serupa
Tato kupu-kupu di dada
Kananmu yang belum pernah adil
Berpalinglah! Aku akan menulisnya dengan bibir gemetar
Hingga menjadi sajak paling indah
Yang akan menidurkanmu di gundah mala-malam Jakarta
Aku tahu, sajak-sajakku hanya datang untuk memisaumu seperti
Jarak
Serupa waktu berdentang-dentang segema nasib yang kuncup
Hingga engkau senantiasa
Membakar setiap yang pernah ada menguburnya bersama subub
Yang lamban
Tapi yakinlah, dari tepian kecil ini, aku tak akan pernah lelah!

Belum ada Komentar untuk "Puisi Sajak Dari Tepian Oleh Salsa Biil"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel