Puis Jantung Raja Negeri Catur Oleh Muammar Qadafi


Asyiknya Memainkan Karya Arsitektur di Atas Papan CaturJantung Raja Negeri Catur
Oleh Muammar Qadafi Muhajir
Siapa pun tak pantas lagi
Bertamasya ke negeri catur
Ziarah saja tak laku
Kecuali dengan renungan
Bagi yang hidup tentang abu-abu
Terbakar di jantung sang raja
Sesungguhnya lebih akut daripada
Kesakitan keruh kalbumu:
              Ibarat mata air perbukitan
Yang merangkak ke titian luka sayat bumi
Jantung memancarkan darah
Apabila kelabu maka berdebulah kalbu
Sebab jasad mana tak dijamah merah
Sang raja kini hitam atau putih tak pasti
Tetapi kupastikan berita
Jari-jemari gemulai lunglai
Laksana helai kail membelai ubun-ubun
Setiap bidak yang kidal
Bidak yang menyisipkan sandi-sandi
Kursi bagi seorang tangan kanan
Berharap suati saat
Ada barangkali ia tak sekadar
Dapat melangkah satu kali
Lantas lepas dirinya mengasah mata pisau
Dengan hulu di udara
Yang tertikam di tanah

Sang raja …
Dipamerkannya dendang kemenangan
Dengan lunglai ilalang subur
Di atas kubur saudara kembarnya
Tetapi perang hitam abnus dan putih kertas
Dari rahim pohon yang sama
Telah lebih dulu melalak terbakar
Hingga hanya bersisa tabu segala abu
Dan runtuh seluruh subuh
Karena fajar juga dikaramkan
Sebelum sempat mengeram pagi
Maka murnilah kadar kata-kata:
Saling serbu satu menjajah satu
Demi satu menunggang satu
Itulah saling mengelabu
“Maafkan saja,
Tapi hitam bakal selalu cukup gelap
Untuk sekadar menyatu
Dengan ilusi suci dirimu.”
Kendari, 20 Februari 2019

Belum ada Komentar untuk "Puis Jantung Raja Negeri Catur Oleh Muammar Qadafi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel