Puisi Balap Paksa Oleh Agung Salvira Gayatri


Lelaki Pengais Sisa-Sisa Usia | Puisi Raa Claudia | Berita BaruBalap Paksa
Oleh Agung Salvira Gayatri
Kemarin adalah sebuah balapan
Yang tak seorang pun ingin menangkan.
Meski begitu, semuanya-semua, semua yang hidup-adalah
Peserta,
Oleh takdir didaftarkan paksa.
Tak ada yang pasti,
Peserta macam apa yang menempati garis depan.
Dalam dugaan, barangkali paman tambun itu adalah yang
tercepat
Atau wanita tua, gadis pemabuk, pria dengan bibir menghitam
Para bayi. Anak-anak.
Tak ada yang tahu.
Tetapi semuanya berusaha menjadi lamban.
Terkadang, ada banyak jalan pintas untuk kemenangan tak
Diinginkan
Kepada yang kalah dalam kehidupan,
Barangkali akan menang jika bertemu kematian
Mengambil jalan pintas dalam keputusasaan, penuh kesadaran,
Konsekuensi keputusan-keputusan.
Mereka akan melalui jalan yang berdarah itu, dengan sepatu
Yang kebut, bersama para gagak yang berkaok,
Nemun sayup-sayup baginya.
Ada pula kejutan-kejutan.
Bantuan bagi para pemenang yang sebenarnya berharap
Kekalahan.
Mungkin guncangan tanah atau arus air dan yang lainnya,
Yang langsung membawakan garis akhir kepada mata
Yang tak lagi dapat memandang.
Selebaran-selebaran di bagikan di jalan
Orang-orang berteriak, ada yang bersorak, ada yang suarannya
Serak
Siapa yang sungguh bisa menentukan kemenangannya?
Pada akhirnya, semuanya akan menag.
Tak perlu berlambat-lambat. Tak usah terburu-buru.
Kau dan aku pun akan menjuarai dan bertemu.
Perayaan hitam menunggu,
Bersama dengan lengking burung hantu, doa-doa merdu.

Belum ada Komentar untuk "Puisi Balap Paksa Oleh Agung Salvira Gayatri"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel