Puisi Jakarta Anamnesis Oleh Ilhamdi Putra


Jakarta Anamnesis
Karya Ilhamdi Putra

Jakarta dibangun dalam ruang isolasi
dari napas tertahan ketika jarum ditusuk perlahan
 gigitan bibir penangkal jerit
dari getaran tabung infus meneteskan cairan
layar hitam menunjukkan garis keriting naik-turun
dan deretan kasur bekas kematian.  

Seorang morbid ke Kwitang untuk buku-buku tua
menukar kantung mata kebiruan dengan sesuatu yang kelak
dikhatamkan,
membentangkan halaman demi halaman pada tukang tambal di
seberang jalan
yang sedia menutup lambung berlubang dengan perekat super
kuat dan sedikit campuran getah empedu
agar lubang itu tidak nganga kembali,
menyandang kain kasa untuk menyaring batuk basah dan embun
di paru
alat kejut yang menjaga laju jantung hidup segan mati tak mau. 

Dan kota ini terus direka dari kasur di balik gorden ruang isolasi Jakarta seperti catatan kesehatan disimpan dalam lemari
berisi maut di dalam gerbong kereta atau sebagai pendatang lupa
jalur perhentian di kota,
dan tak ada stasiun di puncak menara ini, dinding
menggantungkan rel
untuk laju kereta menjemput jasad ke lantai dua puluh satu; kematian terlihat lebih terang dari ketinggian ini.  
  
    Jakarta, 2018  

Belum ada Komentar untuk "Puisi Jakarta Anamnesis Oleh Ilhamdi Putra"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel