Shopee x Realme

Puisi Dalam Kegelapan (Muammar Qadafi), Jakarta Anamnesis (Ilhamdi Putra)

Dalam Kegelapan
Karya Muammar Qadafi Muhajir

Ini tentang kita...
Tentang kalbu kita yang barangkali
Tak aman lagi dalam tirakatnya pada Ilahi
Para iblis dari neraka telah membuih
Jadi seribu tubuh debu, mengembara
Dalam tubuh kita, meramu yang kelabu
Jadi arang yang menunggu dipendarkan
Sebagai api paling liar di neraka

Sungguh, ini tentang kita
Ketika tawaran silam hari telah berkecamuk
Di pelataran belenggu dan penjara
Sebab sebingkah heroin telah melaris,
Telah kita hisap dan kita pendamkan
Ke dalam hulu dan hilir temali nadi,
Seketika darah kita yang seanyir
Nafas iblis di neraka jadi meminta
Untuk mengecap yang lebih candu lagi
Maka jantung terpaksa berdetak
Mengikuti kiblat waktu
Yang terus piaraan Ilahi, tapi kita
Justru semakin liar di bumi, masih tentang kita

Kita yang semakin liar di bumi
Akan terlalu mudah mengembara
Tanpa arah--tatapan kita yang kelabu
Hanya mampu merangkai tubuh nafsu
Sampai akhirnya sempurna dirumuskan
Tanpa lebih dulu diikrarkan pada Tuhan
Maka hari ini, desing neraka pun
Jadi seperti terlalu mudah disahutkan
Hingga semua yang benderang

Terasa lebih benderang ...
Dalam kegelapan

   Kendari, 13 Maret 2018 .



Jakarta Anamnesis
Karya Ilhamdi Putra

Jakarta dibangun dalam ruang isolasi
dari napas tertahan ketika jarum ditusuk perlahan
 gigitan bibir penangkal jerit
dari getaran tabung infus meneteskan cairan
layar hitam menunjukkan garis keriting naik-turun
dan deretan kasur bekas kematian.  

Seorang morbid ke Kwitang untuk buku-buku tua
menukar kantung mata kebiruan dengan sesuatu yang kelak
dikhatamkan,
membentangkan halaman demi halaman pada tukang tambal di
seberang jalan
yang sedia menutup lambung berlubang dengan perekat super
kuat dan sedikit campuran getah empedu
agar lubang itu tidak nganga kembali,
menyandang kain kasa untuk menyaring batuk basah dan embun
di paru
alat kejut yang menjaga laju jantung hidup segan mati tak mau. 

Dan kota ini terus direka dari kasur di balik gorden ruang isolasi Jakarta seperti catatan kesehatan disimpan dalam lemari
berisi maut di dalam gerbong kereta atau sebagai pendatang lupa
jalur perhentian di kota,
dan tak ada stasiun di puncak menara ini, dinding
menggantungkan rel
untuk laju kereta menjemput jasad ke lantai dua puluh satu; kematian terlihat lebih terang dari ketinggian ini.  
  
    Jakarta, 2018  

Belum ada Komentar untuk "Puisi Dalam Kegelapan (Muammar Qadafi), Jakarta Anamnesis (Ilhamdi Putra)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel