Yang Besar Pasti Kecil. Sebuah Kisah Inspiratif


Yang Besar Pasti Kecil
By.Dilla
Tuk..tuk...tuk...suara langkah kaki dengan sepatu yang super mahal yang di miliki oleh salah satu manusia di dunia ini yang memiliki hobi mengelilingi ruag yang lebih sering sepi dan lebih sedikit pengunjungnya dari pada ruangan yang lain dia lebih suka dengan suasana yang sunyi lebih tepatnya ruangn itu adalah ruangan yang berada di sebelah kanan ruang makan putri dengan cat yang agak kuning dan pudar lebih sering di dengar dengan perpustakaan.rak rak yang tersusun rapi tapi sejak tadi tidak ada yang menarik perhatian dari orang yang sedang mencari sesuatu yang igin di baca ekor matanya tertarik dengan rak ujung yang paling pojok rak sastra dia melihat sebuah buku berwarna biru dan itu adalah salah satu buku yang di tulis oleh penulis pavoritya yaitu tere liye

“hujan....”gumangnya dia lalu keluar dan menuju ke asrama tercintanya

 “tara...”teriak seseorang dari belakangnya dan dia sangat hafal suara cepreng yang di miliki temannya itu ituluh namanya TARA DEWA FEBRIANTI seseorang yang lebih sering di sapa dengan sebutan tara dan memiliki sahabat yang sangat serig mendukungnya yaitu NEIA THOMAS cewek yang sangat ulet dan sangat aktif bersosialisasi mereka berdua berada di lingkangan yang sama di sekolah yang berada di salah satu kota di sulawesi selatan yang lebih tepatya di bone tanah kelahiran salah satu petinggi negara dan memiliki sekolah yang memiliki visi misi yang berkaitan dengan akhirat dan dunia di sinilah mereka berada di SEKOLAH ISLAM ATHIRAH BONE.

Buku biru sedang terbuka lebar di atas meja yang terbuat dari aluminium yang telah di rancang dengan baik oleh para ahli dalam bidang tersebut.Tara sedang berada dikelas kebetulan kelasnya sedang free karea guru yang mengajar di jam pelajaran sekarang sedang sakit jadi mereka bebas melakukan apapun tapi tara lebih memilih membaca buku yang dia pinjam di perpustakaan kemarin tara memang bukan seseorang yang pandai di akademik tapi dia tetap berusaha bersaing dengan teman temannya di bidang yang lain tiba tiba tara meresakan kursi di sampingnya di tarik oleh seseorang ternyata dia adalah salah satu teman kelasnya yang memiliki sejuta prestasi lebih tepatnya namanya ojos

 “ra....kok kamu suka membacasih kan masih ada hal lain yag bisa di lakuka seperti belajar matematika atau fisika dan lainnya?”ujar ojos entah apa landasannya untuk bertaya hal tersebut ojospun tidak tau kenapa dia mempertanyakan hal itu

“jos dengar yah kamu pintar kamu bisa mendapatkan apapun yag kamu mau karena apa karena kamu menyukai hal tersebut jadi sekarang yang aku lakukan adalah melakukan hal yang sama seperti dirimu tapi sayangnya kita berbeda alur yang berbada kamu memilih alur mengguaka IQ yang tinggi sedangkan aku memilih untuk membaca kata demi kata yang terhubung hubung hingga menjadi kalimat kalimat yang indah dan menjadi kumpula paragraf yang menghubungkan cerita yang satu dengan cerita yang lain”ujar tara dengan panjang kali lebar ojos yang berada di sampingnya tergagah atas penjelasaan yang di utarakan tara dia mengerti selama ini dia tidak memperhatikan teman temannya yang ternyata memiliki sebuah kerja keras di dalam hidupnya

 “jadi tujuan kamu sekarang apa?”ujar ojos

 “kalau kamu tanya kayak gitu aku akan jawab bahwa aku ingin mengembangkan minatku dulu aku akan terus membaca dan mulai menciptakaan prestasi dari hal hal yang kecil mulai dari salah satu program sekolah yang  rencananya akan melaksanakaan duta literasi setiap bulannya dari situ aku akan membuat prestasi prestasi yang lebih besar lagi semua hal besar terlahir dari hal hal yang kecil jadi aku memilih jalan itu sekarang itu tujuanku sekarag entalh besok atau lusa apa yang akan terjadi”ujar tara dengan panjang lagi ojos yang mendengarkannya dari tadi tertegum atas perkataan tara

“tara...aku menunggu hari senin apakah apa yang kamu katakan tadi memang benar atau tidak”ujar ojos menantang tara

 “baiklah kamu tunggu sampai ari senin”ujar tara yang merasa tertantang merekapun saling menjabad tangan sebagai tanda persetujuan.
            
         Senin pagi salah satu program kesiswaaan yang di laksanakan untuk pertama kalinya di aula sekolah yang telah di penui oleh para siswa siswa yang tidak sabar siapakah yang akan menjadi duta literasi untuk pertama kalinya blecki salah satu pengurus osis yang menjadi MC dalam pragram ini masuk dan membuat semua perhatian tertuju pada dirinya
   
   “selamat pgi semua....”sapa belcki denga semangat kepada semua yang hadir diaula
   “pagi....”jawab serentak siswa siswa siswi dengan semangat
   “baiklah sekarang kita akan memangill kadidat yang akan mendapatka gelar duta literasi untuk yang pertama kalinya baik kita sambut yang pertama TINIKAR JULIANTI yang kedua mari kita sambut DIFAL MUHAMMAD dan mari kita sambut kandidat ke tiga TARA  DEWA FEBRIANTI untuk para kadidat di persilahkan untuk naik ke atas”belcki mempersilahkan para kadidat untuk naik ke atas da para kadidat mulai naik denga kepercayaan masing masig
   “baik untuk para kadidat setiap dari kadidat akan di berikan beberapa pertanyaan baik dari siswa maupun para juri”ujar ojos memaparkan aturan pemilihan duta literasi dan para kadidat mengangguk mengerti satu persatu siswa siswi maupun juri bertanya tak terasa sesi tanya jawab berakhir dan para juri telah menentukan siapa yang akan menjadi duta literasi
    “baik semua juri telah menetapkan siapa yang akan menjadi duta literasi untuk yang pertama kalinya dan mari kita sambut duta literasi kita yag pertama atas nama......TARA DEWA FEBRIANTI”ojos dengan semangat menyebut nama duta literai yang pertama dan riuk tepuk tangan memenuhi ruangan
    “untuk duta literasi silahkan memberikan testimoninya”ujar blecki mempersilahkan duta literasi memberika testimoninya
   “setiap orag memiliki kemampuan masing masing dan dapat membuat prestasi dengan gaya mereka sendiri walaupun dengan hanya membaca sebuah buku kita dapat meraih prestasi apapun itu contohnya kita bisa menjadi seorang duta literasi atau yang lebih tinggi lainnya walaupun hanya membaca mungkin kita berpikir itu hanya hal yang tidak menantang seperti matematika yang perlu di cakar seperti biology yang harus di hapal dan pelajaran lainnya walaupun dengan membaca kita tidak hanya membaca subuah kata yang di kembangkan tapi kita bisa menciptakaan sejuta prestasi dari hal tersebut”ujar tara memberikan testimoni kepad para siswa membuat siswa siswi yang tidak memiliki minad membaca dahulu kini memiliki minad dan yang telah memiliki minad tersebut lebih meninggkatkan minat mereka setelah hari yang menyenkan itu tara terus melakukan aktifitasnya dan megikuti lomba lomba menulis yang di adakan untuk membuat minatnya tersebut lebih berwara dan lebih menyengkan ketika dia memenagi perlombaan yang di adakan karena dia racin membaca jadi memiliki kosa yang banyak hingga dapat membuat sesuatu yang di tulisnya lebih hidup.
     Prestasi tidak selamanya berhubugan denga matematika yang memiliki rumus yang sangat rumit tidak seperti kimia yang mempelajari hukum hukum ataom dan lainnya tidak seperti fisika yag harus di hitung percepatannya da lainnya prestasi isa kita dapatkan denga gemar membaca walaupu hal itu dalah hal yang sangat kecil tidak memilii rumus atau apapun iu tapi dengan gemar membaca kita dapat membuat sejuta prestasi atau lebih dari prestasi mari kita lihat contohi  DAVID RUBENSTEIN salah satu pendiri ekuitas the carlyle group menyempatkan membaca enam buka dalam seminggu  dan delapa surat kabar dalam sehari dengan membaca surat kabar saja dia sudah bisa menciptakaa perusahaan yag memiliki 1.575 kariawa dan 31 kantornya tersebar di enam benua surat kabar saja kita dapat menghasilkan hal tersebut apalagi nanti ketika kita gemar membaca hal  yang lebih dari surat kabar.


2 Komentar untuk "Yang Besar Pasti Kecil. Sebuah Kisah Inspiratif"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel