Tidak Ada Alasan Untuk Tidak Bisa. Sebuah Kisah Inspiratif

Tidak Ada Alasan untuk Tidak Bisa
By. Fitriani
 
  Sebuah lokasi yang terletak di Kabupaten Bone yang tepatnya di Panyula Tanete Riattang Timur, terdapat sebuah sekolah yang bernama Athirah Bone. Sekolah Islam Athirah Bone terdapat 2 tingkatan yaitu SMP dan SMA. Sekolah Islam Athirah Bone merupakan sekolah berasrama. Namun, Menurut pandangan orang awam ataupun masyarakat sekitar, Athirah Bone merupakan pesantren. Padahal Athirah Bone merupakan sekolah modern yang menerapkan pendidikan akhlak, berbeda dengan pesantren yang merupakan asrama pendidikan tradisional yang juga pada umumnya hanya fokus pada bidang agama. Sedangkan Athirah seperti sekolah pada umumnya yang fokus di bidang akademik dan non-akademik juga diseimbangkan dengan pendidikan agama dan juga akhlak.

  Dikisahkan, salah satu siswa SMP Islam Athirah Bone yang bernama Muh.Resky Saputra. Muh.Resky Saputra yang kerap disapa eky, merupakan anak yang baik dan gemar membaca buku fiksi maupun non-fiksi. Disuatu malam, Eky mempelajari mata pelajaran Geografi, yang membuatnya lupa akan waktu untuk beristirahat. Karena Geografi adalah pelajaran kesukaannya.  Namun, hal itu tidak membuat Eky merasa ngantuk, karena kegiatan itu telah menjadi rutinitas Eky ditiap malamnya. Rutinitas Eky disetiap malam membuahkan sebuah hasil yang membuat Eky tambah bersemangat dalam belajar. Eky diangkat sebagai salah satu anggota tim OSN SMP Islam Athirah Bone mata pelajaran Geografi, yang dibimbing langsung oleh pak Syahril yang merupakan guru pengampuh mata pelajaran Geografi SMP Islam Athirah Bone.
Disuatu hari, Eky dipanggil oleh pak Syahril melalui seorang temannya yang bernama luthfi, pak Syahril berkata,
  “ nak Luthfi, tolong panggil Eky keruangan bapak.”pak Syahril berkata dengan wajah yang serius. Setelah itu, Luthfi memberitahukan hal itu kepada Eky,
  ”Ky, kamu dipanggil pak Syahril,”ujar luthfi dengan wajah yang serius.
Kemudian bergegaslah Eky keruangan pak Syahril kemudian beranya,
  ” Assalamu Alaikum pak, bapak manggil saya?” tanya Eky.
  ” Waalaikum Salam, Iya nak, bapak memanggil kamu, ada hal penting yang ingin bapak sampaikan ” jawab pak Syahril.
  ”Ada apa ya pak?” tanya Eky lagi dengan hati yang sedikit bimbang.
  ”Jadi, kami dari tim guru pembina OSN mengangkat kamu sebagai salah satu anggota tim OSN Geografi sekolah” Ujar pak Syahril.
  ”Bapak serius?” tanya Eky dengan perasaan senag bercampur haru.
  ”Iya nak, kamu kami ikutkan dalam tim Olimpiade sekolah karena, kami melihat kerja keras serta semangat kamu yang begitu bersungguh-sungguh dalam belajar,”ujar pak Syahril.
  ” Terima kasih ya pak, Insya Allah saya akan menjaga amanah ini,” kata Eky.
Disuatu hari,pak Syahril mengumpulkan tim Olimpiade Geografi di ruangannya.
  ”Jadi, alasan bapak mengumpulkan kalian adalah, kalian akan diikutkan di sebuah Olimpiade Geografi, yang lombanya akan diselenggarakan beberapa hari kedepan,” ujar pak Syahril.
  ”Iya pak, Insya Allah saya bisa”jawab Eky beserta teman-temannya.
Beberapa hari kemudian,tibalah waktu perlombaan. Eky yang begitu yakin bisa sampai tingkat nasional merasa jatuh semangat karena hanya sampai tingkat provinsi sebagai juara 2.Tak lama setelah perlombaan berlalu, akan diadakan lagi lomba Geografi online dan eky juga ikut serta dalam kompetisi itu. Namun, lagi-lagi Eky kurang beruntung.Eky merasah bersalah, kemudian Eky menghampiri pak Syahril kemudian berkata
  “pak, Eky minta maaf, karena hanya ini yang bisa Eky berikan untuk bapak dan sekolah” ujar Eky dengan nada yang sedikit sedih.
  ”tak apa-apa nak, keberhasilan itu butuh proses.Apabila s pintu satu tertutup, maka masih ada pintu yang lain. Jadi,tetaplah semangat dalam belajar Insya Allah kamu bisa lolos ketingkat nasional” terang pak Syahril.
  ”Iya pak, saya akan mengingat perkataan bapak,” ujar Eky.
 Dua bulan berlalu Eky yang dulunya murung kini ceriah kembali. Disuatu hari Eky mengikuti kompetisi Geografi OSN tingkat kabupaten dan Alhamdulillah Eky meraih  juara 1 yang membuat Eky merasa heran dengan kemampuannya sendiri, bahwa dia bisa menyaingi begitu banyak peserta yang tidak kalah hebatnya dengan dia. Setelah itu, Selang beberapa minggu Eky kembali bersaing ditingkat Provinsi yang diselenggarakan di kota Makassar dan lagi-lagi Eky meraih juara 1 yang membuat Eky lolos ketingkat nasional yang akan diselenggarakan di Manado. Semua itu dapat Eky raih dengan penuh semangat dan kerja keras yang membuahkan hasil yang memuaskan membuat Eky bisa membanggakan kedua orangtuanya dan juga sekolahnya. Beberapa hari kemudian, berangkatlah Eky ke Manado yang didampingi oleh pak Syahril. Didalam pesawat Eky berkata,
  ” pak ,terima kasih atas perjuangan bapak telah mengajar saya dan memotivasi saya yang sempat jatuh mental ” ujar Eky.
  ” Iya,sama-sama nak,  ini semua memang kewajiban bapak untuk selalu mendorong kamu agar bisa berhasil ” jawab pak Syahril.
  “ pak, apakah bapak marah jika nanti eky tidak berhasil sebagai juara1?” tanya eky.
  ” ya.. pasti tidak nak, kamu jangan memikirkan apakah kamu juara maupun tidak itu soal belakang, yang lebih utama kamu harus berusaha dengan kemampuan yang kamu miliki ” jawab pak syahril meyakinkan Eky. Setelah perlombaan selesai, akhirnya eky meraih juara 2 tingkat nasional. Meskipun bukan juara 1, semua itu membuat Eky bahagia, karena telah mewujudkan impiannya bisa lolos sampai tingkat nasional.















Belum ada Komentar untuk "Tidak Ada Alasan Untuk Tidak Bisa. Sebuah Kisah Inspiratif "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel