Karena Allah Tau. Sebuah Kisah Inspiratif


Karena Allah Mengetahuinya
By.Marni



Pagi itu semua ceria. Orang tua yang mengantar anaknya ke sekolah baru tampak bahagia, begitupun dengan anak-anaknya. Kecuali dia, yang sedih karena ia di sekolahkan di sekolah yang berasrama. Dia bernama Nita. Ia tidak mau bersekolah berasrama, namun kerana inginan orang tuanya ia terpaksa sekolah berasrama di SMP Islam Athirah Bone. Hari itu ia hanya murung dan menangis karena ia tidak dapat membujuk orang tuanya agar ia tidak sekolah bersrama. Waktu semakin berlalu hingga sore. Waktunya untuk orang tua siswa untuk pulang dan meninggalkan anak-anaknya di sekolah barunya. Satu persatu orang tua pun kembali ke rumah masing-masing, tapi Nita tidak mau kalau orang tuanya meninggalkannya. Ia mau kalau orang taunya selalu bersama dengannya. Namanya sekolah berasram, siswa harus bisa hidup mandiri tampa orang tuanya. Orang tuanya pun pulang ke rumahnya dan meninggalkan Nita di SMP Islam Athirah Bone.
            
        Setelah orang tuanya pulang ke menuju keasrama untuk bersiap-siap melaksanakan shalat magrib. Sesampainya dikamar, ia bertemu dengan teman dan kakak kamarnya. Ia mulai mengobrol dan merapikan barang-barang yang dibawahnya. Sementara ia merapikan barang-barangnya tiba-tiba seseorang mengumumkan bahwa waktunya untuk shalat magrib. Seluruh penghuni asrama bersiap-siap untuk melaksanakan shalat magrib. Ia pun juga bersiap-siap dan pergi ke masjid untuk melaksanakan shalat magrib. Setelah shalat magrib, ternyata seluruh siswa di wajibkan untuk tahfidz sampai menjelang shalat isya. semua kegiatan harus di ikuti oleh seluruh siswa. Nita yang merupakan siswa baru belum bisa untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya. Ia hanya menangis dan terus menangis sampai waktu tahfidz habis dan shalat isya akan dilaksanakan. setelah melaksanakan shalat isya, seluruh siswa kembali ke asrama dan belajar.
           
            Hari demi hari berlalau. Sudah satu minggu Nita di sekolah barunya. Dia tidak menyangka bahwa semua kegiantan yang ada di sana semua telah di atur. Ia  tidak tahan dengan semua ataran yang ada di sini, ia meminta kepada orang tuanya agar memindahkan ia ke sekoah lain. Ia tidak bisa mengikuti semua aturan yang berlaku. Ia menceritakan kepada orang tuanya bahwa ia sangat tertekan berada di sana. Ia dipaksa untuk melaksanakan shalat dan ibadah-ibadah yang lainnya., namun orangtuanya tetap saja melarang ia untuk pindah karena orang tuanya yakin bahwa kalau dia berada di sana dia akan berubah menjadi lebih baik. Dia akan rajin untuk melaksanakan shalat, tahfizd dan ibadah-ibadah lainnya. Setelah mendengar keputusan orang tuanya, ia pun mulai untuk tetap bertahan dengan mengikuti semua peraturan yang ada di asrama maupun sekolah. 
            
            Di hari pertama sekolahnya ia berangkat bersama teman barunya yang dia kenal. Setelah sampai disana dan sarapan, ia menuju kelas barunya bersama teman barunya itu. Pada saat berada di kelas ada seorang kakak kelas yang mengajaknya keliling untuk menunjukkan bagaimana sekolahnya tersebut. Iya pun mulai mengikuti kakak kelasnya dan mendengarkan semua apa yang di katakan oleh kakak kelas tersebut. Ia menikmati semua apa yang di lihatnya. Mulai dari kelas-kelas yang ada di sana, dapur ruang makan dan semua ruangan yang adadi sana. Setelah berkeliling, menuju ke kelas kembali karena kelas akan segera di mulai.
           
   Guru yang akan mengajar dikelasnya memulai pembelajaran dengan bertanya kepada seluruh siswa tentang bagaimana perasaan yang di rasakan oleh mereka di asrama. Nita pun menjawab bahwa ia merasa kurang bahagia karena ia tidak bersamaa dengan orang tuanya di sana. Gurunya pun menaggapi pertanyaan yang di lontarkan oleh Nita, bahwa kita tidak bisa selalu bersama dengan orang tua yang kita cintai. Nita yang mendengar perkataan gurunya langsung termenung dan mendalami apa maksud dari kata-kata gurunya tersebut. Pembelajaran pun di mulai, ia sekarang akan belajar matematika, namun karena perkatan gurunya tadi ia jadi tidak fokos dengan pembelajarannya karena terlalu memikirkan apa yang di katakan oleh gurunya. Setelah sekian lama ia memikirkan perkataan gurunya, ia tersadar bahwa orang tuanya memasukkan ia ke sekolah ini bukan karena mereka tidak menyayanginya namun sebaliknya, orang tuanya memasukkan ia kesini karena mereka sangat menyayangi Nita.
            Allah berfirman QS. Al-Baqarah : 216
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
               Jadi, kita sebagai manusia tidak boleh berburuk sangka kepada Allah, karena Allah mengatur jalan hidup kita. Karena Allah menginginkan yang terbaik buat ummatnya, ia tidak mungkin memberikan ujian yang melebih batas kemampuan ummatnya. Allah maha mengetuhui,ia mengetahui apa yang terbaik bagi ummatnya. Oleh karena itu terima dan bersabarlah atas apa yang telah Allah berkan kepada kita. Karena mungkin saja itulah yang terbaik bagi kita.

Belum ada Komentar untuk "Karena Allah Tau. Sebuah Kisah Inspiratif"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel