Buruk Bisa Jadi Baik. Sebuah Kisah Inspiratif

    
     BURUK BISA JADI BAIK
-NABILA ISLAMI ABDULLAH-
  SMA Islam Athirah Boarding School Bone merupakan sebuah sekolah yang telah berdiri Sembilan tahun lamanya sejak tahun 2011 di pedalaman Sulawesi selatan, yang telah melahirkan banyak siswa/siswi yang berkarakter,unggul, dan cerdas.Di sekolah ini, terdapat sepasang sahabat yang selalu bersama dalam melakukan segala kebaikan,saling menolong sesama,dan memiliki karakter yang baik, sampai-sampai nama mereka selalu dijadikan contoh dan panutan dikalangan guru maupun siswa. Mereka adalah Rafael Mahendra dan Julan Pratama. Mereka merupakan angkatan ke-delapan, yang  sama-sama berada di kelas sebelas Az-Zukhruf.
  Suatu hari, Rafa dan Julan sama-sama berjalan dari asrama menuju sekolah. Namun ditengah perjalanan, perjalanan mereka terhenti setelah mereka melirik kesebuah poster yang tertempel sendiri pada mading di ujung kooridor asrama.
  “ Rafa, kamu nggak mau daftar jadi ketua OSIS? Kan kamu udah berpengalaman jadi OSIS.” Ujar Julan telah memecahkan keheningan.
  “ Aku sih mau, Tapi masih ragu aja gitu. Jadi ketua Osis gak gampang loh.. kak Tara aja pusing jadi ketua Osis apalagi aku.” Jawab Rafa sambil mencopot poster itu.
  “ kamu nggak boleh nyerah dong, harus bisa. Ini kesempatan loh!” balas Julan sambil merampas poster yang ada ditangan Rafa.
  “ yaudah, aku coba dulu daftar di KPUS. Tapi, siapa yang bisa jadi wakilnya?” jawab Rafa sambil menaikkan sebelah alisnya.
  “ gimana kalau Zevana jadi wakil kamu. Diakan juga pengurus OSIS.” Usul Julan.
  “ oh iya, nanti coba aku tanya dia siapa tau mau. Makasih ya lan.. kamu memang sahabat aku.” Jawab Rafa sambil memukul lengan kanan Julan.
  “ iya tanya aja. Semoga sukses. Ayo ke kelas!” balas Julan sambil menempel kembali poster ke mading. Sesampainya dikelas, Rafa pun langsung menghampiri Zevana yang tengah membaca buku.
 “ eh..Zev, sibuk gak?” sahut Rafa memecah ketenangan Zevana.
  “ Eh Raf, enggak kok. Emangnya ada apa?” jawab Zevana sambil menurunkan bukunya.
  “ ini, aku hanya mau tanya. Apakah kamu mau jadi wakil ketua OSISku? Aku nggak maksa loh!” tanya Rafa dengan nada grogi.
  “kalau aku sih, mau aja.” Jawab Zevana meyakinkan.
  “ jadi kamu mau Zev?” tanya Rafa kembali.
  “ iya, aku mau. Apalagi kalau kamu yang jadi ketuanya.” Balas Zevana sambil tersenyum manis. Dengan perasaan yang bercampur aduk antara senang dan deg-degan, Rafa pun langsung menghampiri Julan di tempat duduknya ketika waktu istirahat tiba.
  “eh Lan, Zevana mau jadi wakil aku. Maksih ya.. sarannya.” Ujar Rafa sambil menepuk meja Julan.
  “ iya? Selamat ya.. calon pak ketos..” jawab Julan dengan nada mengejek.
  “ ok, untuk saat ini aku harus tetap semangat. Dan satu lagi Lan, tadi Zevana bilang dia mau jadi wakilnya kalau aku yang jadi ketuanya. Seneng banget gak sih..” balas Rafa sambil menarik kursi teman sebangku Julan.
  “ jadi, kamu baper sama Zev? Wah… tetep ingat batasan ya, kalau udah jadi ketua. Jangan macem-macem. Tinggal satu tahun.” Ujar Julan dengan nada menasehati.
  “ iya Lan, sahabatmu ini tidak akan melakukan hal yang dapat mempermalukan orangtua,guru,bahkan sahabatku ini.” jawab Rafi dengan penuh semangat.
  “ok.. semangat ya.. buruan daftar sana di KPUS mumpung masih di buka.” Lanjut Julan sambil mendorong Rafa untuk berdiri.
  “ siap bos!” balas Rafa sambil hormat kepada Julan.
 Tak lama dari percakapan mereka, masuklah Zevana ke kelas lalu menghampiri Rafa yang sedang menulis biodata.
  “ Raf, ayo daftar. Tuh Hizan lagi nunggu diluar.” Sahut Zevana sambil berdiri didepan meja Rafa. Dengan perasaan yang beraduk setelah melirik perlahan wajah Zevana, seketika Rafa beranggapan bahwa ia mulai menyukai Zevana. Tak lama kemudian, “klaak,” suara petikan jari Zevana memecahkan kefokusan Rafa yang tengah senyum-senyum memandangi wajah Zevana.
  “ kamu kenapa, senyum-senyum kek gitu?” tanya Zevana sambil tertawa kecil.
 “ enggak kok, aku lagi dapat ide aja gitu untuk visi misi kita.” Jawab Rafa dengan nada gugup.
 “ wah, bagus dong.. yaudah ayo daftar dulu aja,nanti tutup lagi.” Ajak Zevana. Setelah resmi mendaftar menjadi calon ketua dan wakil ketua OSIS, waktu mereka untuk selalu berdua pun menjadi sangat banyak karena mereka harus membuat visi misi, makalah, tujuan untuk kepengurusannya bersama. Dua hari setelahnya, tingkah laku Rafa mulai agak berubah. Rafa yang biasanya friendly dan dikenal sangat jarang berkomunikasi dengan lawan jenis,kini menjadi berbanding terbalik.Rafa hanya meladeni ajakan dan perintah Zevana, melainkan ia sampai jarang jalan,ngumpul,belajar bersama dengan Julan,sahabatnya sendiri. Di pagi hari sebelum kesekolah,
  “ Raf, kamu udah siap? Ayo samaan ke sekolah!” ajak Julan dari depan pintu kamar Rafa.
  “ kamu duluan aja, soalnya aku mau tunggu Zeva dulu.” Jawab Rafa dengan nada santai.
  “ yaudah, jangan sampai terlambat. Duluan yah!” sahut Julan sambil berbalik badan menuju pintu gerbang asrama. tidak jauh setelah Julan berjalan di kooridor, ia berpapasan dengan Saynah dan Fayni yang merupakan salah satu siswi kebar pada saat itu.
  “ eh.. Lan, tumben lu sendiri. Mana sahabat lu?” tanya Fayni memecah kesepian Julan.
  “ eh Fayn,Sayn, itu tuh dia lagi sibuk buat persiapan Pemilos, ya gitu deh.” Jawab Julan sambil tersenyum lebar.      “ oh gitu, kirain lagi marahan. Hehehe.. yaudah duluan yah!” pamit Sayna sambil melambaikan tangannya.
  Sesampainya Julan dikelas, tidak membutuhkan waktu dua puluh menit, Rafa dan Zevana pun tiba dikelas sambil tertawa. sedangkan Julan hanya duduk dan selalu memerhatikan gerak-gerik Zeva dan Rafa.
  “ sst.. Lan, lu gak curiga sama mereka berdua.” Bisik Vikar teman duduk Julan.
 “ siapa sih? Vik,” tanya Julan penasaran .
  “ itu sahabat kamu, Rafa sama Zeva. Terus Rafanya kek udah jauh sama kamu gak kayak dulu lagi. Apa mereka berdua pacaran yah?” certia Vikar.
  “ gak tau juga sih, tapi kan gak boleh suudzon. Mereka kan mau jadi pengurus inti OSIS aja, jadi gak apalah.” Tanggap Julan santai.
 “ tapi Lan, udah dua hari ini dia beda banget loh. Kamu gak sadar?” ujar Vikar.
  “ udah ah.. biarin aja.” Jawab Julan sambil menegakkan badan Vikar yang membungkuk di meja.
  “yaudah deh..” lanjut Vikar. Tak terasa, akhirnya pada hari itu adalah hari penentuan siapa yang berhak menjadi ketua dan wakil ketua OSIS. Dengan ketegasan dan jiwa bertanggung jawab, maka terpilihlah kandidat Rafael Mahendra dengan wakil Zevana Azyzah. Terlihat dari belakang mimbar aula, Rafa dan Zeva yang tengah berbincang-bingcang lalu Julan segera menghampiri.
 “selamat ya.. Raf,Zev kalian berhasil.” Sahut Julan memberhentikan pembicaraan mereka.
 “ iya Lan makasih.” Jawab mereka bersamaan.
 “ eh.. Zeva, aku mau ngomong bentar sama Rafa, boleh ?” tanya Julan sambil merangkul pundak Rafa.
 “oh.. silahkan.” Jawab Zeva santai. Setelah menjauh dari mimbar, Julan pun mulai perbincangan. “ Raf, lu gak pacaran kan sama Zeva?” tanya Julan.
  “ wahh.. enggak kok. Aku cuman suka aja sama dia. Lagian disini kan gak boleh pacaran. Nanti di drop out. Hehehe…” jawab Rafa sambil tertawa.
  “syukurlah kalau gitu. Kamu harus hati-hati dan jaga jarak sama Zeva ya.. udah banyak yang curiga loh sama hubungan kamu!” jelas Julan.
  “ iya, iya… siap!” tegas Julan sambil hormat.
  “ yaudah lanjut sana.. ingat yah!” pamit Julan. Setelah perbincangan, Rafa kembali menuju ke Zeva yang lagi duduk sendiri di belakang mimbar.
  “ eh… Zev, ngapain?” tanya Rafa mengagetkan.
  “ lagi mikirin kamu.” Jawab Zeva dengan wajah polos.
  “ plakk... seriusan?” lanjut Rafa sambil menepuk pundak Zeva.
  “ eh.. gak boleh pegang-pegang. Nanti ada yang liat!” lanjut Zeva sambil tertawa.
  “ kan sepi juga. Eh.. btw, kamu mau tau apa yang paling aku suka di dunia ini?” Tanya Rafa sambil tersenyum.
“ apa itu?” tanggap Zeva penasaran.
  “ ini, ada di depan aku. Zev, aku suka sama kamu. Kalau kamu gimana?”  tanya Rafa gugup.
 “ aku, iya!” jawab Zeva yakin. “ jadi hari ini, kita pacaran dong!” lanjut Rafa.
  “ hmmm.. tapi sepertinya kita gak boleh terlalu kelihatan di luar. Nanti ketahuan sama sekolah, habis kita. Apalagi kita pengurus inti.” Jelas Zeva.
 “ ok, sayangku.” Jawab Rafa semangat.
  Di hari yang cerah pada saat itu, berjalan bersamaan antara kebaikan dan keburukan. Terpilihnya mereka menjadi pengurus inti sekaligus mereka mempunyai rahasia terbesar di hidup mereka yaitu berpacaran di sekolah yang sangat melarang siswa/siswinya untuk menjalin hubungan, hingga tidak segan-segan untuk men- drop out siswa/siswinya bagi yang ketahuan. Hari demi hari, Rafa dan Zeva sangat dekat. Kecurigaan kebanyak siswa pun berlajan menyertainya. Saat itu jam telah menunjukkan pukul 15:00, dimana Rafa,Zeva,Julan,Anggi,dan Reza tengah menjalankan tugas piket kelasnya,
  “ Lan,Gi,Za lu pulang duluan ya, biar aku sama Zev aja yang piket kelasnya. Biar gak lama gitu.” Sahut Rafa.
  “ syukurlah kalau gitu, aku mau mandi. Inget sholat ashar ya guys!” Teriak anggi senang.
  “ yaudah deh.. aku duluan Raf,” jawab Reza. “ aku duluan juga ya Raf, jangan macem-macem ya.. piket yang bersih!” lanjut Julan dengan perasaan curiga sambil tersenyum.
  “ sip sahabat ku!” sambung Rafa.
  Sepuluh menit perjalanan Julan menuju kooridor asrama, ternyata ia melupakan buku karantinanya di laci Farhan. Tanpa berpikir panjang, Julan pun kembali ke lorong kelas yang sudah sepi suasananya. Tepat di depan jendela pintu, Julan melihat terdapat Zeva dan Rafa yang tengah duduk berdua sambil bergenggaman tangan di tempat duduk pak Yusuf di pojok kelas. Tanpa mengetuk pintu, Julan pun masuk lalu bertanya.
  “ Rafa, Zeva, apa yang kalian lakukan? Kenapa kalian malah berdua-duaan? Bertaubatlah Raf. Aku lihat semuanya. Pantesan kamu udah jarang belajar sama aku ternyata lagi pacaran sama Zeva! Bener kecurigaanku!”ujar Julan marah.
   “ eh.. Lan, jangan sok alim kamu ya.. kalau sampai hal ini bocor ke guru Bk, aku gak mau sahabatan sama kamu lagi!” sambung Rafa.
   “ iya dong Lan, kita cuman bicara aja kok.” Lanjut Zeva.
   “ aku gak akan bilang ke Bk kalau kalian berdua putus hari ini! ayo sebelum ketahuan sama yang lain!” paksa Julan.
  “ iya iya.. ayo kita pulang.” Sahut Rafa sambil menyimpan sapunya.
  “ yaudah kalian berdua gak boleh berkomunikasi lagi. Cukup untuk kepentingan OSIS aja.ayo udah mau sholat ashar. Intinya kalau aku dapat lagi, aku gak segan-segan lapor ke Bk!” Lanjut Julan sambil mendorong Rafa keluar pintu. Setibanya mereka diasrama, Julan pun langsung menarik Rafa ke dalam gudang asrama yang penuh dengan debu.
  “ Raf ingat ya, kamu itu ketua Osis. Panutan!, kok bisa kek gitu sih. Ingat! Ini sekolah Athirah, sekolah islam. Sadar Raf.” Bentak Julan sambil menggoyang-goyangkan tangan Rafa.
  “ eh.. Lan, kamu bukan siapa-siapa aku, jadi gak ada hak dong kamu ngelarang aku!, gak usah sok ceramah,gak usah bawa nama sekolah! Aku suka sama Zeva dan dia juga suka aku, apa salahnya pacaran! Hah? Jawab lan, aku bahagia sama Zeva.so?” bentak Rafa kembali.
  “ tapi kamu salah,kamu melanggar hukum agama dan sekolah Raf, kamu mau di drop out? Jawab!”  sambung Julan sambil memukul tembok.
  “ intinya yah lan, gausah ganggu hidup aku! Persahabatan kita sampai disini. Aku gaksuka dilarang-larang dan diceeramahi sama orang yang sok alim kek kamu!” lanjut Rafa sambil membanting pintu.
   Hari-hari pun berlalu. Persahabatan mereka terputus dari saat itu. hal tersebut membuat Rafa dan Zeva menjadi sangat dekat. Hingga pada akhirnya,
  “ baik, kita tutup rapat pada hari ini, wassalamualaikum wr.wb. silahkan kembali ke asrama.” perintah Rafa. Setelah pertemuan rapat pada saat itu, ruang OSIS pun menjadi sepi, tersisalah Rafa dan Zeva yang masih tinggal disana.
  “ Zev, aku ngantuk nih.” Sahut Rafa.
  “ yaudah bobo aja dipaha aku. Sini.. mumpung lagi sepi ruangannya.” Tanggap Zeva sambil menarik kepala Rafa ke pangkuannya.
  “makasih pacarku.” Jawab Rafa sambil tersenyum. Tak terasa, waktu berlalu terlalu cepat. Satu jam berlalu dan Rafa masih tertidur dipangkuan Zeva diruangan yang sepi. Namun, tiba-tiba masuklah pak Rafli, Pembina OSIS keruang OSIS tanpa mengetuk pintu. Perasaan kaget,takut,dan sedih langsung bercampur pada saat itu. tanpa berpikir dua kali, pak Rafli langsung menyuruh mereka menghadap ke guru Bk, yaitu ibu Faras.
   “apa yang kalian lakukan disini? Cepat menuju ke ruang BK lalu akui kesalahan kalian. Sekarang!” bentak pak Rafli sambil melototi Rafa dan Zeva.
  “ baik pak.” Jawab mereka berdua dengan nada takut. Sesampainya diruang BK, ternyata disana terdapat Julan yang tengah duduk berbincang dengan bu Faras. Dengan perasaan sedih, mereka berdua pun masuk ke dalam ruang BK.
   “ ini dia anak yang tidak tau aturan. Sini masuk!” teriak bu Faras dari tempat duduknya.
   “ kalian berdua pacaran kan, jawab! Sudah banyak bukti dan argument dari Julan dan teman-teman lainnya.” Bentak bu Faras.
   “ i.. iya bu” jawab mereka gugup.
   “ kalau begitu kalian pernah berkontak fisik?” tanya bu Faras dengan nada tenang.
  “ iya bu.” Jawab mereka.
  “ beik, menurut aturan sekolah bersentuhan atupun pacaran maka siswa/siswi akan segera dipulangkan ke orangtuanya.dan orangtua kalian udah saya telfon. Jadi, pada hari ini ketua dan wakil ketua OSIS di drop out dari sekolah ini. segera mengatur barang kalian!” perintah bu Faras.
  Setelah berurusan dengan bu Faras, mereka berduapunkembali ke asrama dengan muka yang sembab. Sementara mengatur barang, masuklah Julan ke dalam kamar Rafa.
   “ sudah aku ingatkan kan Rafa?” sahut Julan memecahkan keheningan.
   “ Lan, aku minta maaf.. coba aku denger kata-kata kamu, aku gak akan di drop out.aku minta maaf.” Jawab Rafa sambil memeluk Julan.
  “ udah, penyesalan memang selalu diakhir. Intinya baik-baik diluar yah, semangat!” lannjut Julan.
  “ iya Lan, aku akan ingat pesan kamu. Kamu juga harus sukses ya, makasih sahabatku.” Sambung Rafa.    “ iya,iya..udah sana bapak kamu udah nunggu. Hati-hati ya..sahabatku” sahutnya sambil berpelukan dan menangis.
  Jadi  dalam setiap nasehat atau teguran seorang sahabat, sebaiknya kita ikuti. Karena siapa tau dengan nasehat tersebut dapat menjadikan kita orang yang berguna dan bermanfaat bagi orang banyak. Setiap yang baik menurut kita, belum tentu itu yang baik menurut sahabat kita, ataupun orang lain, dan setiap yang buruk bagi kita, belum tentu untuk yang terburuk bagi yang lain. Sahabat menegur bukan berarti dia tidak suka. Melainkan, ia tidak ingin melihat sahabatnya terluka ataupun terperosot kelubang yang salah. Maka dari itu, jagalah sahabat kalian dan terimalah nasehat dan tegurannya untuk kebaikan. Karena mereka adalah salah-satu orang yang mau peduli dengan kita setelah keluarga.

Tema: bersahabat.



Belum ada Komentar untuk "Buruk Bisa Jadi Baik. Sebuah Kisah Inspiratif"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel